BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 04:54 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Senin, 04 Mei 2026 11:05 WIB

Kondisi Listrik dan Internet di 15 Desa Ngada Mengganggu Proses Belajar Mengajar

04 Mei 2026, 11:05 WIB 24x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
R
Reyhan Arifin 24x dibaca · 2 menit baca
Kondisi Listrik dan Internet di 15 Desa Ngada Mengganggu Proses Belajar Mengajar
regional.kompas.com

NGADA, KOMPAS.com – Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, menyatakan bahwa terdapat sekitar 15 desa di kabupaten tersebut yang belum menikmati fasilitas listrik dan internet. Hal ini berpengaruh terhadap sektor pendidikan, di mana sejumlah sekolah mengalami kesulitan dalam pengisian data pokok pendidikan (dapodik) secara online akibat keterbatasan akses internet dan jaringan listrik.

“Ada kurang lebih 14 sampai 15 desa yang listriknya tidak ada, sehingga kemudian memengaruhi kualitas sinyal dan konektivitas,” ungkap Bernadinus Dhey Ngebu kepada tim Kompas.com di Bajawa, pada hari Senin (27/4/2026) lalu.

Kesulitan di Sekolah-sekolah

Salah satu sekolah yang belum terhubung dengan jaringan listrik dan internet adalah SDN Natartuak, yang terletak di Kecamatan Riung. Untuk penerangan, sekolah ini mengandalkan panel surya, meskipun penggunaannya terbatas dan hanya mampu menyalakan smartboard selama tiga jam. Dalam keadaan mendesak, para guru terpaksa mencari jaringan internet di lokasi yang berjarak sekitar 4 hingga 5 kilometer dari sekolah.

Kondisi serupa juga dialami oleh SD Negeri Nggololoe di Desa Wangka, Kecamatan Riung. Smartboard yang seharusnya digunakan sebagai alat bantu pembelajaran tidak dapat berfungsi karena tidak adanya aliran listrik. Meskipun sekolah ini memiliki genset, alat tersebut kini dalam keadaan rusak.

Upaya Pemerintah untuk Meningkatkan Infrastruktur

Bernadinus Dhey Ngebu menjelaskan bahwa pemerintah daerah sedang berupaya berkoordinasi dengan pihak PLN untuk membangun infrastruktur jaringan listrik di beberapa desa. Ia juga menambahkan bahwa dari total 187 SD, sekitar seperempatnya masih dalam kondisi yang kurang memadai. Meskipun demikian, Dhey menegaskan bahwa tidak ada sekolah yang berada dalam kondisi yang sangat buruk.

Beberapa kendala yang dihadapi mencakup fasilitas yang tidak lengkap, ruang guru yang kurang memadai, serta kurangnya fasilitas pendukung seperti perpustakaan dan laboratorium. “Revitalisasi sekolah sedang diupayakan oleh pemerintah pusat, dengan harapan semua sekolah di Ngada dapat memiliki fasilitas yang memadai dalam tiga tahun ke depan,” tutupnya.

Kedatangan tim Kompas.com ke Ngada juga bertujuan untuk menyalurkan 230 paket bantuan perlengkapan sekolah di lima SD, bekerja sama dengan Bank Mandiri, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Pemerintah Kabupaten Ngada, serta Plan Indonesia.