Presiden Prabowo Subianto mengemukakan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memiliki potensi untuk menyelesaikan sejumlah tantangan yang selama ini dihadapi oleh petani, termasuk masalah pupuk, akses permodalan, dan distribusi hasil panen ke pasar. Pernyataan ini disampaikan saat peresmian operasional 1.061 KDKMP yang berlangsung di Nganjuk, Jawa Timur, yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Prabowo menyoroti bahwa petani sering kali mengalami kesulitan dalam menjual hasil panen mereka akibat terbatasnya akses ke pasar, terutama di daerah pedalaman yang sulit dijangkau oleh pembeli. Ia menjelaskan bahwa dengan adanya KDKMP, petani akan terbantu karena koperasi tersebut akan memiliki armada truk dan kendaraan pikap sendiri untuk mengangkut hasil panen ke pasar yang diinginkan oleh petani.
Fasilitas dan Layanan Koperasi
Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa koperasi ini juga akan melaksanakan berbagai kegiatan lain, seperti penjualan sembako dan barang subsidi, penyaluran gas dan pupuk subsidi, serta menyediakan layanan kredit dengan bunga rendah. Selain itu, koperasi akan bekerja sama dengan Pos Indonesia dalam layanan logistik, penyaluran bantuan pemerintah, dan penyerapan gabah dari petani. Pemerintah juga berencana untuk mendirikan apotek dengan obat-obatan murah melalui koperasi agar masyarakat dapat mengakses obat dengan harga terjangkau di seluruh Indonesia.
Target Peresmian Koperasi
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan peresmian 30 ribu koperasi pada bulan Agustus mendatang. Ia menambahkan bahwa jika jumlah koperasi yang diresmikan hanya mencapai 20 ribu unit, pencapaian tersebut tetap dianggap sebagai prestasi yang signifikan dan jarang terjadi di negara lain dalam waktu satu tahun. “Silakan dilakukan riset, negara mana yang membangun dan meresmikan 20 ribu koperasi dalam waktu satu tahun. Saya kira jarang,” ujarnya.
Prabowo juga menekankan bahwa target tersebut menunjukkan kemampuan pemerintah dan berbagai institusi negara untuk bekerja secara maksimal apabila didukung oleh kehendak, strategi, tekad, dan kerja sama. Ia mengajak masyarakat untuk mengubah pola pikir dan menghilangkan mentalitas lemah, menegaskan bahwa Indonesia harus menjadi bangsa yang unggul. “Kita harus hilangkan sikap mental bahwa kita bangsa yang lemah dan bangsa yang kalah. Tidak! Kita tidak boleh menjadi bangsa yang kalah. Kita harus menjadi bangsa yang menang dan kita akan menang,” tegas Prabowo.