Dalam perkembangan terbaru mengenai Liga Italia, Andrea Pirlo dilaporkan mulai merasakan ketegangan akibat kritik yang ditujukan kepadanya terkait rencana penunjukannya sebagai pelatih Timnas Italia. Berita ini mencuat di tengah proses yang penuh tekanan untuk menentukan pelatih baru bagi tim nasional.
Nama Pirlo menjadi sorotan, baik dari aspek teknis yang mempertanyakan pengalamannya sebagai pelatih, maupun dari sisi politik. Kritik ini muncul seiring dengan keterlibatannya dengan agen taruhan asal Rusia saat menjabat sebagai pelatih United FC di Dubai. Menurut laporan dari Gazzetta dello Sport, tuduhan yang dilayangkan kepada Pirlo dianggap sebagai serangan yang bersifat instrumental dan bahkan munafik, yang jelas berasal dari kalangan politik.
Proses Penunjukan Pelatih yang Menegangkan
Meski demikian, proses pembebasan Pirlo dari klub di Uni Emirat Arab berjalan dengan lancar. Ia telah menyatakan kesediaannya untuk menerima tawaran menjadi pelatih Timnas Italia dan kini hanya menunggu persetujuan akhir dari semua pihak terkait. Namun, Presiden FIGC, Giovanni Malago, meminta waktu lebih untuk mempertimbangkan hubungan dengan sponsor yang ada.
Preseden Etika dalam Sepak Bola Italia
Media yang berpusat di Milano tersebut juga mengingatkan tentang kasus serupa di masa lalu yang berkaitan dengan etika. Sebagai contoh, Antonio Conte, yang menjabat sebagai pelatih Timnas Italia pada periode 2014-2016, pernah dilaporkan ke Komisi Disiplin FIGC karena terlibat dalam penyelidikan skandal judi pada tahun 2012. Ia kemudian dijatuhi sanksi skorsing selama 10 bulan yang kemudian dikurangi menjadi 4 bulan.
Sementara itu, Roberto Mancini, yang meninggalkan jabatan pelatih Timnas Italia pada tahun 2023, memilih untuk menerima tawaran kontrak besar di Arab Saudi senilai 25 juta euro bersih per tahun hingga tahun 2027, keputusan yang juga menuai kritik saat itu.