Jakarta, CNN Indonesia -- Seringkali, orang baru menyadari perlunya pemeriksaan mata saat penglihatan mulai kabur. Namun, kerusakan pada mata yang disebabkan oleh diabetes dan tekanan darah tinggi dapat terjadi jauh sebelum gejala terlihat. Asian Healthcare Specialists mengingatkan bahwa pasien dengan diabetes dan hipertensi sebaiknya tidak menunggu hingga penglihatan terganggu untuk melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh. Berbagai perubahan pada retina dan saraf optik dapat berkembang secara bertahap tanpa menimbulkan rasa sakit atau gangguan penglihatan pada tahap awal.
Dokter spesialis mata konsultan di Cornerstone Eye Centre, Singapura, Low Jin Rong, menjelaskan bahwa banyak pasien secara rutin memantau kadar gula darah, tekanan darah, serta fungsi jantung dan ginjal. Namun, mereka seringkali melupakan bahwa mata juga merupakan organ yang rentan terhadap dampak penyakit kronis.
Kerusakan Retina Akibat Diabetes
Diabetes dapat merusak pembuluh darah kecil di retina, yang merupakan jaringan peka cahaya di bagian belakang mata. Kondisi ini dikenal sebagai retinopati diabetik dan sering kali berkembang tanpa disadari. Pada tahap awal, penderita umumnya masih dapat membaca, bekerja, dan mengemudi seperti biasa. Namun, seiring waktu, pembuluh darah di retina dapat bocor, mengalami perdarahan, dan memengaruhi ketajaman penglihatan.
Di sisi lain, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan perubahan pada pembuluh darah retina. Dalam kasus yang lebih serius, hipertensi dapat merusak retina atau saraf optik.
Pentingnya Pemeriksaan Mata Rutin
Meskipun tidak semua penderita diabetes atau hipertensi mengalami kehilangan penglihatan, menunggu hingga ada masalah pada mata bukanlah cara yang tepat untuk memantau kesehatan mata. Banyak yang beranggapan bahwa tes ketajaman penglihatan sudah cukup untuk memastikan kondisi mata baik, padahal pemeriksaan mata menyeluruh memiliki cakupan yang lebih luas. Selain mengevaluasi kemampuan melihat, dokter juga akan memeriksa kondisi retina, saraf optik, tekanan bola mata, dan lapang pandang perifer. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi gangguan sejak dini sebelum pasien menyadari adanya perubahan.
Salah satu penyakit yang sering terabaikan adalah glaukoma, yang perlahan merusak saraf optik dan biasanya dimulai dengan penyempitan lapang pandang samping. Karena penglihatan sentral masih terlihat normal, banyak pasien tidak menyadari bahwa sebagian kemampuan melihatnya telah hilang. Kerusakan akibat glaukoma tidak dapat dipulihkan, meskipun perkembangan penyakit ini dapat diperlambat jika terdeteksi lebih awal.
Low menyarankan agar pasien diabetes dan hipertensi berkonsultasi mengenai jadwal pemeriksaan mata yang sesuai dengan kondisi masing-masing. Pemeriksaan menjadi semakin penting bagi mereka yang telah lama hidup dengan diabetes atau hipertensi, yang sulit mengontrol kadar gula darah atau tekanan darah, berusia paruh baya atau lebih tua, memiliki rabun jauh tinggi, memiliki riwayat glaukoma dalam keluarga, belum pernah menjalani pemeriksaan mata menyeluruh, atau pernah diketahui memiliki tekanan bola mata tinggi.
Frekuensi pemeriksaan akan disesuaikan dengan riwayat kesehatan, hasil pemeriksaan sebelumnya, dan tingkat risiko masing-masing pasien. Mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah tetap menjadi langkah utama untuk mencegah komplikasi penyakit kronis. Namun, kesehatan mata juga harus menjadi bagian dari perawatan jangka panjang. Berbagai penyakit mata dapat berkembang diam-diam ketika penglihatan masih terasa normal, sehingga pemeriksaan mata rutin menjadi salah satu cara terbaik untuk mendeteksi gangguan sejak dini dan mencegah kehilangan penglihatan permanen.