BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 05:08 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Selasa, 28 Jul 2026 16:40 WIB

Memahami Postbiotik: Peran dan Manfaatnya bagi Kesehatan Usus

28 Jul 2026, 16:40 WIB 59x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
T
Taufik Pranata 59x dibaca · 3 menit baca
Ilustrasi. Selain probiotik dan prebiotik, ternyata ada pula postbiotik. Apa itu postbiotik dan manfaatnya bagi kesehatan usus? Simak penjelasannya di sini. (Getty Images/Mariia Vitkovska)
Ilustrasi. Selain probiotik dan prebiotik, ternyata ada pula postbiotik. Apa itu postbiotik dan manfaatnya bagi kesehatan usus? Simak penjelasannya di sini. (Getty Images/Mariia Vitkovska)

Istilah probiotik dan prebiotik mungkin sudah tidak asing lagi, terutama dalam konteks kesehatan pencernaan. Namun, ada satu istilah yang kini semakin sering dibahas, yaitu postbiotik. Banyak orang belum menyadari bahwa postbiotik memiliki peran yang signifikan dalam menjaga kesehatan usus. Lalu, apa sebenarnya postbiotik itu dan bagaimana perbedaannya dengan probiotik serta prebiotik?

Pengenalan Postbiotik dan Perbedaannya

Sebelum membahas lebih jauh tentang postbiotik, penting untuk memahami terlebih dahulu tentang probiotik dan prebiotik. Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang terdapat dalam makanan yang difermentasi, seperti yogurt, kefir, dan kimchi. Probiotik berfungsi untuk menjaga keseimbangan bakteri baik dalam usus, sehingga kesehatan pencernaan dan tubuh secara keseluruhan dapat terjaga.

Sementara itu, prebiotik adalah 'makanan' bagi probiotik yang biasanya berasal dari makanan kaya serat, seperti kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan beberapa jenis sayuran. Prebiotik membantu mendukung pertumbuhan bakteri baik agar dapat berkembang dengan optimal di saluran pencernaan.

Postbiotik, di sisi lain, adalah 'sisa' atau produk sampingan yang terbentuk setelah tubuh mencerna prebiotik dan probiotik. Jika probiotik adalah bakteri baik dan prebiotik adalah makanannya, maka postbiotik merupakan hasil akhir dari aktivitas bakteri tersebut. Menurut sumber yang diacu, postbiotik mengandung senyawa bermanfaat seperti asam lemak rantai pendek, enzim, vitamin B dan K, serta peptida antimikroba yang berfungsi melawan bakteri jahat. Yang menarik, postbiotik tidak mengandung bakteri hidup, sehingga lebih stabil dan tidak memiliki risiko 'mati' seperti probiotik, menjadikannya komponen penting dalam ekosistem usus yang sehat.

Manfaat Postbiotik bagi Kesehatan

Walaupun istilah postbiotik terdengar baru, sebenarnya sudah lama dikenal dan memiliki berbagai manfaat kesehatan, terutama bagi usus. Berikut adalah beberapa manfaat postbiotik:

  1. Meningkatkan sistem imun: Postbiotik, terutama butirat, dapat merangsang produksi sel T di usus yang berperan dalam mengatur respons imun agar tidak berlebihan. Selain itu, postbiotik juga dapat memicu produksi sitokin antiinflamasi yang membantu meredakan peradangan.
  2. Mencegah dan mengatasi diare: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa postbiotik dapat membantu mencegah dan mengatasi diare, terutama pada anak-anak. Sebuah tinjauan yang dilakukan oleh Jeadran N Malagón-Rojas et al. dalam jurnal Nutrients (2020) melibatkan tujuh studi dengan 1.740 anak dan menemukan bahwa suplemen postbiotik dapat mengurangi durasi diare dan lebih efektif dibandingkan plasebo dalam mencegah diare, faringitis, dan laringitis.
  3. Menjaga kesehatan usus: Postbiotik berperan dalam meningkatkan jumlah mikroorganisme baik dan menghambat pertumbuhan mikroorganisme berbahaya di usus. Postbiotik juga memperkuat lapisan pelindung usus agar toksin dan bakteri jahat tidak mudah masuk, yang penting untuk mencegah masalah seperti sindrom iritasi usus, penyakit radang usus, intoleransi tertentu, dan gangguan pencernaan lainnya.
  4. Bersifat antioksidan: Postbiotik juga memiliki sifat antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari stres oksidatif, yang dapat dipicu oleh polusi, toksin dalam makanan, dan faktor lingkungan lainnya yang berkontribusi pada berbagai penyakit.

Risiko Terkait Postbiotik

Secara umum, postbiotik tergolong aman dan mudah ditoleransi oleh individu dengan sistem imun yang sehat. Namun, bagi kelompok dengan daya tahan tubuh yang lemah, risikonya bisa lebih tinggi. Kelompok ini meliputi anak-anak, ibu hamil, orang yang baru menjalani operasi, serta penderita gangguan jantung struktural dan gangguan saluran cerna tertentu. Oleh karena itu, jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengubah pola makan atau mengonsumsi suplemen postbiotik maupun probiotik.