BREAKING Senin, 15 Jun 2026 16:42 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Senin, 15 Jun 2026 13:14 WIB

Memahami Target Kadar Gula Darah pada Diabetes Tipe 1

15 Jun 2026, 13:14 WIB 4x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
T
Taufik Pranata 4x dibaca · 3 menit baca
Memahami Target Kadar Gula Darah pada Diabetes Tipe 1
Ilustrasi. Wajib tahu ukuran kadar gula darah bagi penderita diabtes tipe 1. (iStockphoto/Maya23K)

Diabetes tipe 1 adalah suatu kondisi kronis yang menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup, sehingga kadar glukosa dalam darah sulit untuk dikendalikan. Oleh karena itu, pemantauan kadar gula darah secara teratur sangat penting bagi individu yang mengidap diabetes tipe 1. Menjaga kadar gula darah dalam batas yang disarankan bukan hanya sekadar angka, tetapi juga merupakan indikator bahwa pengobatan dan manajemen diabetes berjalan dengan baik. Sebaliknya, kadar gula darah yang terlalu tinggi atau rendah dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi kesehatan.

Namun, target kadar gula darah tidaklah sama untuk setiap individu. Dokter biasanya akan menentukan target ini berdasarkan beberapa faktor, termasuk usia, kondisi kesehatan secara keseluruhan, durasi penderitaan diabetes, serta adanya penyakit penyerta.

Target Kadar Gula Darah untuk Anak-anak dan Ibu Hamil

Berdasarkan informasi dari Healthline, American Diabetes Association (ADA) memberikan rekomendasi kadar gula darah bagi orang dewasa dengan diabetes tipe 1. Sebelum makan atau saat puasa, kadar gula darah yang ideal berkisar antara 80 hingga 130 mg/dL. Sementara itu, satu hingga dua jam setelah makan, kadar gula darah sebaiknya tidak melebihi 180 mg/dL. Rentang ini bertujuan untuk membantu penyandang diabetes menjaga keseimbangan kadar glukosa dalam tubuh, meskipun dokter dapat menyesuaikannya sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Untuk anak-anak yang menderita diabetes tipe 1, target kadar gula darah biasanya sedikit lebih tinggi dibandingkan orang dewasa, guna mengurangi risiko hipoglikemia. Pada anak-anak di bawah usia 18 tahun, kadar gula darah yang dianjurkan sebelum makan adalah antara 90 hingga 130 mg/dL. Sedangkan pada malam hari, targetnya berada dalam rentang 90 hingga 150 mg/dL. Pemantauan yang konsisten sangat penting karena kadar gula darah anak dapat berubah dengan cepat akibat aktivitas fisik, pola makan, dan pertumbuhan.

Kehamilan juga menambah tantangan dalam pengelolaan diabetes. Bagi ibu hamil dengan diabetes tipe 1, kadar gula darah saat puasa sebaiknya di bawah 95 mg/dL. Setelah makan, kadar gula darah satu jam kemudian idealnya tidak lebih dari 140 mg/dL, dan dua jam setelah makan sebaiknya tidak melebihi 120 mg/dL. Target yang lebih ketat ini bertujuan untuk mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan, seperti kelahiran prematur atau bayi dengan berat badan berlebih.

Faktor yang Mempengaruhi Target Gula Darah

Setiap penyandang diabetes tipe 1 mungkin memiliki target yang berbeda. Beberapa faktor yang memengaruhi rentang gula darah ideal meliputi usia, kondisi kesehatan umum, keberadaan penyakit penyerta, serta lamanya seseorang hidup dengan diabetes. Misalnya, individu yang lebih tua atau mereka yang memiliki riwayat hipoglikemia berat mungkin memiliki target yang berbeda dibandingkan pasien yang lebih muda dan sehat.

Oleh karena itu, penting untuk tidak membandingkan hasil pemeriksaan gula darah dengan orang lain. Konsultasi rutin dengan dokter dapat membantu menentukan target yang paling aman dan realistis sesuai dengan kondisi masing-masing. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan saraf, meningkatkan risiko komplikasi seperti penyakit jantung, gangguan ginjal, dan kerusakan pada mata. Sebaliknya, kadar gula darah yang terlalu rendah juga berbahaya dan dapat menyebabkan pusing, kebingungan, bahkan kehilangan kesadaran.

Dengan demikian, menjaga kadar gula darah dalam batas yang dianjurkan merupakan langkah utama dalam pengelolaan diabetes tipe 1. Pemantauan rutin, penggunaan insulin sesuai anjuran dokter, pola makan yang seimbang, serta aktivitas fisik yang teratur dapat membantu mencapai tujuan tersebut.