BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 09:17 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Minggu, 26 Jul 2026 22:30 WIB

Memperkuat Ekosistem Investasi di Indonesia Timur melalui Strategi Kolaboratif

26 Jul 2026, 22:30 WIB 64x dibaca 3 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
T
Taufik Pranata 64x dibaca · 3 menit baca
Foto: ANTARA FOTO/Yegar Sahaduta Mangiri
Foto: ANTARA FOTO/Yegar Sahaduta Mangiri

Potensi investasi di Indonesia Timur dianggap sangat menjanjikan, tetapi untuk memaksimalkan peluang tersebut, diperlukan ekosistem yang dapat menghubungkan investor dengan usaha yang ada. North Sulawesi Investment Group (NSIG) berencana untuk memperkuat konektivitas ini melalui berbagai inisiatif, termasuk pendampingan investasi, penelitian potensi daerah, serta kerja sama dengan pemerintah dan pelaku bisnis.

NSIG, yang merupakan bagian dari PT Nusantara Sinergi Investama Global, mengungkapkan komitmennya untuk mendukung pengembangan investasi di Sulawesi Utara dan wilayah Indonesia Timur dengan mengedepankan aspek tata kelola, kepatuhan hukum, dan pembangunan berkelanjutan.

Pendampingan Investasi yang Profesional

Corry Angelica Waleleng, Managing Director NSIG, menjelaskan bahwa Indonesia Timur memiliki kekayaan sumber daya alam dan banyak peluang investasi. Ia menekankan bahwa potensi ini perlu didukung oleh ekosistem yang dapat menjembatani investor dengan peluang usaha yang tepat, serta memastikan bahwa investasi memberikan manfaat jangka panjang untuk daerah. “NSIG hadir untuk memberikan solusi nyata melalui pendampingan investasi yang profesional dan bertanggung jawab. Kami ingin memastikan investasi yang masuk ke Indonesia Timur, khususnya Sulawesi Utara, tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek hukum, sosial, dan lingkungan,” kata Corry.

Strategi Pendampingan dan Sektor Prioritas

NSIG menawarkan layanan pendampingan investasi melalui skema business to business (B2B) dan business to government (B2G). Pendampingan ini didukung oleh riset potensi daerah, analisis investasi, dan penyelenggaraan forum business matching untuk mempertemukan investor dengan pemerintah daerah serta pelaku usaha. “Melalui riset yang komprehensif, kami membantu memetakan peluang investasi secara lebih presisi sehingga investasi yang masuk tidak hanya strategis secara komersial, tetapi juga mampu mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkap Corry.

NSIG memfokuskan pendampingan pada sektor-sektor strategis seperti pertanian, perikanan, ekonomi kreatif, pariwisata, penyedia jasa, pertambangan, dan infrastruktur. Selain itu, lembaga ini juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari pengembangan investasi jangka panjang.

Untuk memperluas jaringan internasional, NSIG telah mengadakan pertemuan bisnis di Shenzhen, China, pada 2 Juli 2026. Pertemuan ini digunakan untuk memperkenalkan peluang investasi di Sulawesi Utara kepada mitra bisnis internasional dan menjajaki kerja sama dengan perusahaan-perusahaan dari China serta firma hukum internasional. Corry menyatakan bahwa minat investor internasional terhadap Indonesia terus meningkat, terutama di sektor-sektor yang memiliki potensi pengembangan industri berbasis sumber daya alam. “Kami percaya investasi yang berkualitas adalah investasi yang mampu menciptakan nilai tambah bagi daerah. Karena itu, kami mengedepankan kemitraan dengan investor yang memiliki visi membangun, termasuk dalam pengembangan industri kelapa dan sektor-sektor unggulan lainnya di Sulawesi Utara,” jelasnya.

Ke depan, NSIG membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, asosiasi dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga keuangan, serta organisasi pembangunan internasional. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat iklim investasi, meningkatkan daya saing daerah, dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur.