LABUAN BAJO -- Keberhasilan sebuah koperasi tidak hanya diukur dari besarnya aset dan pertumbuhan usahanya. Faktor-faktor seperti tata kelola yang baik, pendidikan bagi anggotanya, serta kemampuan untuk memberdayakan masyarakat juga sangat penting untuk memastikan keberlanjutan koperasi. Pengalaman ini telah lama dimiliki oleh gerakan koperasi kredit di berbagai wilayah.
Dalam konteks ini, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi mendorong koperasi kredit untuk mengambil peran yang lebih signifikan dalam memperkuat ekosistem koperasi nasional, termasuk mendukung pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Pentingnya Peran Koperasi Kredit
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Induk Koperasi Kredit (INKOPDIT) untuk Tahun Buku 2025 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Krisdianto yang mewakili Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, memberikan apresiasi kepada gerakan koperasi kredit di Indonesia yang telah menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi rakyat selama puluhan tahun.
Menurut Krisdianto, koperasi kredit telah terbukti mampu membangun kemandirian anggotanya melalui sistem keuangan yang berbasis gotong royong, yang sehat dan berkelanjutan. Ia menambahkan, Menteri Koperasi memiliki pandangan positif terhadap perkembangan koperasi di Nusa Tenggara Timur, yang dianggap sebagai salah satu provinsi dengan kemajuan koperasi terbaik di Indonesia.
Transformasi dan Ketahanan Koperasi
Krisdianto juga menyoroti pentingnya hubungan antara LPDB Koperasi dan gerakan koperasi kredit di seluruh Indonesia. Selama hampir dua dekade, LPDB Koperasi telah menyalurkan pembiayaan kepada berbagai koperasi kredit untuk memperkuat permodalan dan kapasitas usaha mereka. Ia menyatakan bahwa keberhasilan koperasi kredit tidak hanya diukur dari pertumbuhan aset dan usaha, tetapi juga dari kemampuannya untuk menjaga jati diri, nilai, dan prinsip koperasi yang berorientasi pada kesejahteraan anggotanya.
“Koperasi kredit harus terus menjadi rumah bagi masyarakat untuk bertumbuh bersama. Di tengah perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi yang cepat, koperasi harus dapat bertransformasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi kekuatannya selama ini,” ungkap Krisdianto.
Ia mengajak semua gerakan koperasi kredit untuk berpartisipasi dalam agenda pembangunan koperasi nasional, termasuk mendukung penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Krisdianto menekankan bahwa pengalaman panjang koperasi kredit dalam membangun pendidikan anggota dan tata kelola kelembagaan dapat menjadi bekal penting bagi koperasi-koperasi baru di berbagai daerah.
Ketua Pengurus INKOPDIT, Wara Sabon Dominikus, mengingatkan agar gerakan koperasi kredit Indonesia tetap menjaga ideologi dan jati diri koperasi di tengah berbagai tantangan. Ia menekankan bahwa gerakan koperasi kredit perlu terus bertransformasi dan memperkuat ketahanan organisasi agar dapat bertahan hingga satu abad ke depan.
“Gerakan koperasi kredit Indonesia harus kembali meneguhkan nilai dasar koperasi, memperkuat transformasi berbasis teknologi dan kebutuhan anggota, serta membangun daya tahan yang kuat menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan,” ujar Wara Sabon.
Wara Sabon juga menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukanlah pesaing bagi gerakan koperasi kredit, melainkan bagian dari ekosistem koperasi nasional yang perlu didukung bersama. “Kesuksesan KDKMP adalah kesuksesan koperasi Indonesia, dan sebaliknya. INKOPDIT mendukung penuh penguatan KDKMP melalui pendidikan perkoperasian, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta transfer pengalaman tata kelola dari gerakan koperasi kredit yang telah ada selama puluhan tahun,” tambahnya.
RAT INKOPDIT untuk Tahun Buku 2025 dihadiri oleh sekitar 500 peserta yang terdiri dari pengurus, pengawas, manajemen, dan delegasi dari 34 Pusat Koperasi Kredit di seluruh Indonesia. Forum ini menjadi ajang konsolidasi organisasi dan merumuskan strategi untuk menghadapi dinamika ekonomi nasional dan global. Melalui sinergi antara pemerintah, LPDB Koperasi, dan gerakan koperasi kredit, diharapkan penguatan kelembagaan koperasi dapat berjalan lebih cepat untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan memperkuat ekonomi masyarakat.