BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 09:16 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Jumat, 10 Jul 2026 18:13 WIB

Mengapa Kita Lebih Sering Digigit Nyamuk Dibandingkan Orang Lain?

10 Jul 2026, 18:13 WIB 93x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
K
Komang Yoga 93x dibaca · 3 menit baca
Ilustrasi. Banyak orang yang bertanya-tanya kenapa kita digigit nyamuk tapi orang lain tidak. (Pixabay/skeeze)
Ilustrasi. Banyak orang yang bertanya-tanya kenapa kita digigit nyamuk tapi orang lain tidak. (Pixabay/skeeze)

Jakarta, CNN Indonesia -- Pernahkah Anda merasa bahwa nyamuk selalu menggigit Anda, sementara orang di sekitar tidak mengalami hal yang sama? Fenomena ini ternyata memiliki penjelasan ilmiah yang menarik.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa beberapa orang memang lebih menarik perhatian nyamuk dibandingkan yang lain. Nyamuk betina menggigit manusia untuk mendapatkan protein dari darah yang diperlukan dalam proses reproduksi. Mereka tidak memilih mangsa secara acak, melainkan menggunakan berbagai petunjuk seperti aroma tubuh, suhu, dan karbon dioksida yang dikeluarkan saat bernapas.

Faktor Penyebab Nyamuk Menyerang

Berdasarkan informasi dari situs GoodRX, berikut adalah beberapa alasan mengapa seseorang lebih rentan digigit nyamuk:

1. Menghasilkan lebih banyak karbon dioksida
Karbon dioksida yang dikeluarkan saat bernapas menjadi salah satu faktor utama yang membantu nyamuk menemukan manusia. Individu yang memiliki tubuh besar atau baru berolahraga cenderung mengeluarkan lebih banyak karbon dioksida, sehingga lebih mudah terdeteksi oleh nyamuk.

2. Memiliki aroma tubuh tertentu
Keringat mengandung berbagai zat alami, seperti asam laktat dan amonia, yang berbeda pada setiap orang. Aroma tubuh yang dihasilkan dari kombinasi zat ini dapat lebih menarik bagi nyamuk pada beberapa individu.

3. Suhu tubuh lebih hangat
Nyamuk dapat mendeteksi panas tubuh. Setelah berolahraga atau saat demam, seseorang dapat menjadi sasaran nyamuk karena tubuhnya memancarkan lebih banyak panas dibandingkan orang lain.

4. Golongan darah berpengaruh
Penelitian menunjukkan bahwa nyamuk lebih menyukai individu dengan golongan darah O dibandingkan golongan darah A. Meskipun alasannya belum sepenuhnya jelas, faktor genetik diduga berperan dalam ketertarikan nyamuk.

5. Sedang hamil
Wanita hamil cenderung lebih sering digigit nyamuk. Selama kehamilan, metabolisme tubuh meningkat, menghasilkan lebih banyak karbon dioksida dan panas, yang membuatnya lebih mudah terdeteksi oleh nyamuk.

Cara Mengurangi Risiko Gigitan Nyamuk

6. Bakteri alami di kulit
Kulit manusia dihuni oleh jutaan bakteri baik yang membantu memecah keringat. Komposisi bakteri yang berbeda pada setiap individu dapat membuat sebagian orang lebih menarik bagi nyamuk.

7. Mengenakan pakaian berwarna gelap
Selain penciuman, nyamuk juga menggunakan penglihatan untuk mencari mangsa. Warna gelap seperti hitam dan merah tua lebih menarik perhatian nyamuk dibandingkan warna terang.

8. Baru berolahraga
Olahraga meningkatkan suhu tubuh dan produksi keringat, serta karbon dioksida, sehingga membuat seseorang lebih mudah ditemukan oleh nyamuk, terutama saat berolahraga di luar ruangan.

9. Mengonsumsi alkohol
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi alkohol, terutama bir, dapat meningkatkan daya tarik seseorang bagi nyamuk. Hal ini diduga berkaitan dengan pengaruh alkohol terhadap metabolisme tubuh.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko digigit nyamuk. Menggunakan pakaian berlengan panjang saat berada di luar rumah, terutama pada pagi dan sore hari, serta memilih pakaian berwarna terang dan menggunakan losion antinyamuk dapat membantu. Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan dengan menghindari genangan air juga penting untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk.

Dengan melindungi diri dari gigitan nyamuk, kita dapat mengurangi risiko terkena penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, seperti demam berdarah, malaria, dan chikungunya. Demikianlah penjelasan mengenai mengapa kita lebih sering digigit nyamuk dibandingkan orang lain. Semoga informasi ini bermanfaat.