BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 06:09 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Jumat, 07 Agt 2026 08:51 WIB

Mengapa Memberi Minum Korban Kecelakaan Tidak Disarankan?

07 Agt 2026, 08:51 WIB 70x dibaca 2 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
K
Komang Yoga 70x dibaca · 2 menit baca
Ilustrasi. Korban kecelakaan tidak boleh langsung diberi minum. (ANTARARFOTO/Yulius Satria Wijaya)
Ilustrasi. Korban kecelakaan tidak boleh langsung diberi minum. (ANTARARFOTO/Yulius Satria Wijaya)

Kecelakaan yang mengakibatkan cedera serius dapat terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja. Dalam situasi darurat, banyak orang merasa terdorong untuk membantu dengan cepat, termasuk memberikan minum kepada korban. Meskipun niat tersebut baik untuk mencegah dehidrasi atau memberikan rasa tenang, tindakan ini sebenarnya tidak disarankan oleh tenaga medis.

Risiko Tersedak dan Masuknya Cairan ke Paru-paru

Salah satu risiko utama yang dihadapi korban kecelakaan jika diberi minum adalah aspirasi, yaitu masuknya cairan ke dalam saluran napas atau paru-paru. Menurut Mayo Clinic, korban yang mengalami penurunan kesadaran, kebingungan, atau muntah memiliki kemampuan menelan yang tidak optimal. Dalam kondisi tersebut, cairan yang diberikan bisa saja salah jalan dan masuk ke paru-paru. Pada situasi syok, memberikan makanan atau minuman sangat berbahaya karena dapat menyebabkan muntah atau tersedak. Aspirasi juga dikenal dalam literatur medis sebagai komplikasi serius yang dapat berujung pada sumbatan, cedera paru-paru, atau infeksi.

Gangguan pada Tindakan Medis Darurat

Korban kecelakaan sering kali memerlukan penanganan medis yang cepat, termasuk kemungkinan melakukan operasi atau anestesi. Dalam kondisi ini, pasien biasanya harus dalam keadaan nil per os (NPO), yang berarti tidak boleh ada asupan makanan atau minuman melalui mulut. Hal ini bertujuan untuk mencegah aspirasi saat prosedur medis dilakukan. National Health Service (NHS) juga merekomendasikan agar korban cedera tidak diberi makan atau minum karena mereka mungkin memerlukan anestesi saat tiba di rumah sakit. Memberikan minum pada saat seperti ini justru dapat memperumit penanganan medis yang diperlukan.

Penanganan yang Tepat pada Syok atau Perdarahan

Pada kecelakaan yang serius, permasalahan utama sering kali bukan rasa haus, melainkan perdarahan atau syok. Syok terjadi ketika organ tubuh kekurangan aliran darah dan oksigen. Dalam keadaan ini, tindakan yang diperlukan adalah menghentikan perdarahan dan memberikan cairan atau darah melalui infus, bukan air minum. Jurnal medis mengenai syok hemoragik menekankan bahwa penanganan utama adalah menghentikan sumber perdarahan dan mengganti kehilangan darah secepat mungkin.

Alih-alih memberikan minum, ada beberapa langkah pertolongan pertama yang lebih aman yang dapat dilakukan, seperti segera menghubungi layanan darurat atau ambulans, menghentikan perdarahan dengan memberikan tekanan langsung jika memungkinkan, menjaga korban tetap hangat dan tidak banyak bergerak, memastikan jalan napas tetap terbuka, serta menghindari memberi makan atau minum hingga ada penilaian medis yang dilakukan.