BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 03:41 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Senin, 22 Jun 2026 22:19 WIB

Mengapa Pria di Usia 40-an dan 50-an Rentan Kehilangan Energi?

22 Jun 2026, 22:19 WIB 19x dibaca 2 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
B
Bagas Prakoso 19x dibaca · 2 menit baca
Ilustrasi. Kehilangan energi di usia paruh baya bisa jadi gejala andropause. (iStock/Nicola Katie)
Ilustrasi. Kehilangan energi di usia paruh baya bisa jadi gejala andropause. (iStock/Nicola Katie)

Jakarta, CNN Indonesia -- Ketika pria memasuki usia 40-an, banyak di antara mereka mulai merasakan berbagai keluhan, seperti berkurangnya semangat dan mudah merasa lelah. Apa penyebabnya? Banyak pria beranggapan bahwa penurunan semangat seiring bertambahnya usia adalah hal yang wajar. Namun, kondisi ini sebenarnya berkaitan dengan perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh.

Seiring bertambahnya usia, fungsi biologis tubuh manusia akan mengalami penurunan secara bertahap. Pada pria yang berada di rentang usia paruh baya, khususnya 40-an dan 50-an, terjadi penurunan berbagai hormon. Hormon testosteron, misalnya, akan berkurang sekitar 1 persen setiap tahunnya setelah usia 40. Fenomena ini dikenal dengan istilah andropause, yang menunjukkan bahwa pria juga mengalami perubahan hormonal mirip dengan menopause pada wanita.

Gejala Andropause dan Dampaknya

Andropause merupakan kondisi di mana kadar testosteron menurun secara bertahap seiring bertambahnya usia. Dalam sebuah ulasan yang dipublikasikan dalam Expert Opinion on Pharmacotherapy, andropause sering dihubungkan dengan perubahan psikologis, seperti berkurangnya rasa sejahtera dan energi. Ulasan tersebut juga menunjukkan bahwa bagi sebagian pria, penyesuaian kadar testosteron melalui terapi dapat membantu meningkatkan kembali energi mereka.

Studi lain yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Medicine mencatat bahwa kelelahan merupakan salah satu tanda awal yang paling umum dari andropause. Jika seorang pria sering merasa lelah tanpa alasan yang jelas di usia 40-an, hal ini perlu dicurigai sebagai gejala andropause. Selain kelelahan, pria juga dapat mengalami depresi, gangguan tidur, dan kesulitan berkonsentrasi. Semua kondisi ini berkaitan dengan penurunan kadar testosteron yang menjadi penyebab andropause.

Perubahan Minat dan Gaya Hidup

Bagi sebagian pria, andropause dapat menyebabkan hilangnya minat terhadap aktivitas yang sebelumnya mereka nikmati. Hal ini ditemukan dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Przeglad Menopauzalny. Studi tersebut menyebutkan bahwa kehilangan minat ini sering disertai dengan rasa lelah yang meningkat, perubahan suasana hati yang negatif, gangguan konsentrasi, dan kesulitan dalam menghadapi stres.

Meskipun andropause tidak dapat dihindari, pria dapat melakukan modifikasi gaya hidup untuk menjaga kadar hormon testosteron tetap stabil dan meningkatkan energi. Dengan cara ini, mereka dapat menjalani hidup dengan lebih berenergi meskipun di usia paruh baya.