Olahraga

Mengatasi Iklan yang Mengintai Setelah Mencari Produk di Internet

Banyak pengguna internet merasa diintai oleh iklan setelah mencari produk tertentu. Fenomena ini disebabkan oleh sistem pelacakan yang mengumpulkan data pengguna saat berselancar di dunia maya.

A
Admin Fakta Lurus
09 May 2026 7 pembaca
Mengatasi Iklan yang Mengintai Setelah Mencari Produk di Internet
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Seringkali, setelah melakukan pencarian produk seperti sepatu lari di internet, pengguna akan mendapati iklan terkait muncul di berbagai platform, mulai dari media sosial hingga situs yang tidak ada hubungannya dengan belanja. Fenomena ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari sistem pelacakan iklan yang secara otomatis mengikuti jejak digital pengguna saat mereka menjelajahi internet.

Sistem pelacakan ini umumnya menggunakan cookies, piksel pelacak, dan berbagai teknologi identifikasi yang disematkan di hampir setiap situs web yang dikunjungi. Data yang dikumpulkan mencakup apa yang dicari, halaman yang dibuka, serta durasi melihat produk tertentu, dan semua informasi ini digunakan untuk menampilkan iklan yang dianggap relevan. Meskipun bagi sebagian pengguna hal ini mungkin terasa bermanfaat, banyak juga yang merasa tidak nyaman karena privasi mereka seolah terus dipantau.

Langkah-Langkah Mengurangi Iklan yang Mengintai

Bagi mereka yang merasa kurang nyaman dengan situasi ini, terdapat beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi kehadiran iklan di perangkat mereka. Salah satunya adalah mematikan iklan yang dipersonalisasi. Hampir semua platform besar seperti Google, Meta, Microsoft, dan TikTok secara default mengaktifkan penargetan iklan. Namun, mereka diwajibkan untuk menyediakan opsi pengelolaan data dan preferensi iklan pengguna. Untuk Google, pengguna dapat mengakses My Ad Center dan mematikan opsi Personalized Ads. Di perangkat Android, pengguna bisa masuk ke Settings, memilih Google, lalu Ads, dan mengaktifkan Opt out of Ads Personalization.

Untuk Facebook, pengguna perlu membuka Settings, masuk ke Accounts Center, kemudian Ad Preferences, dan membatasi penggunaan aktivitas mereka untuk penargetan iklan. Pengguna Windows 11 juga disarankan untuk menggunakan aplikasi O&O ShutUp10++ yang dapat menonaktifkan berbagai pengaturan pelacakan Windows secara bersamaan.

Pentingnya Memeriksa Izin Aplikasi

Ponsel sering kali menyimpan lebih banyak data dibandingkan dengan browser. Aplikasi mobile dapat mengakses lokasi, kontak, kamera, mikrofon, dan pengidentifikasi perangkat, yang semuanya dapat digunakan untuk membangun profil iklan. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa izin setiap aplikasi yang terpasang dan mencabut akses yang tidak diperlukan, terutama izin lokasi. Menghapus aplikasi yang jarang digunakan juga dapat membantu mengurangi jumlah pihak yang memiliki akses ke data pribadi pengguna.

Jika memungkinkan, menggunakan versi browser dari layanan seperti Facebook atau Instagram lebih disarankan dibandingkan dengan aplikasi, karena versi browser biasanya lebih terbatas dalam mengumpulkan data pengguna.

Pengguna juga dapat memasang pemblokir pelacak. Sebagian besar browser hanya memblokir cookies pihak ketiga, sementara banyak pelacak menggunakan teknik lain seperti fingerprinting dan piksel tak terlihat yang tidak terdeteksi oleh pengaturan browser standar. Ekstensi seperti uBlock Origin dapat membantu memblokir iklan, pelacak, dan domain berbahaya di Firefox maupun browser berbasis Chromium.

Selain itu, pengguna Gmail dapat memanfaatkan ekstensi seperti Ugly Email dan Trocker untuk memblokir piksel pelacak di email, sehingga pengirim tidak dapat mengetahui kapan dan di mana pesan mereka dibuka.

Berpindah ke mesin pencari privat seperti DuckDuckGo, Startpage, atau Mojeek juga bisa menjadi solusi. Mesin pencari ini tidak mencatat kueri pencarian, sehingga dapat memutus rantai pelacakan yang sering dilakukan oleh mesin pencari besar.

Penggunaan VPN juga dapat menjadi pilihan. VPN mengenkripsi lalu lintas internet dan meroutingnya melalui server jarak jauh, sehingga situs web dan penyedia layanan internet hanya melihat alamat IP VPN, bukan alamat IP asli pengguna. Meskipun VPN tidak menghentikan semua pelacakan, cara ini dapat menyulitkan pengiklan untuk mengaitkan aktivitas browsing dengan identitas pengguna.

Terakhir, memilih browser yang mengutamakan privasi juga penting. Browser seperti Firefox menawarkan perlindungan pelacakan yang kuat, sementara Brave secara default memblokir iklan dan pelacak. Dengan menggabungkan beberapa langkah di atas, seperti menggunakan browser privat, pemblokir pelacak, mesin pencari privat, dan mematikan iklan yang dipersonalisasi, pengguna dapat memperoleh perlindungan yang lebih efektif terhadap pelacakan iklan.

Artikel Terkait