Setiap tanggal 14 Juni, masyarakat di seluruh dunia merayakan Hari Donor Darah Sedunia sebagai momen untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya donor darah. Peringatan ini juga berfungsi sebagai penghormatan kepada jutaan pendonor sukarela yang telah berkontribusi dalam menyelamatkan nyawa melalui darah yang mereka sumbangkan. Pada peringatan Hari Donor Darah Sedunia tahun 2026, World Health Organization (WHO) mengangkat tema "One Drop of Humanity. Give Blood. Save Lives." Tema ini menekankan bahwa setiap tetes darah adalah simbol kepedulian dan solidaritas antar manusia.
Sejarah Hari Donor Darah Sedunia
Sejarah Hari Donor Darah Sedunia memiliki kaitan erat dengan kemajuan ilmu transfusi darah yang telah berlangsung selama berabad-abad. Berdasarkan informasi dari National Library of Medicine, usaha untuk melakukan transfusi darah telah dimulai sejak abad ke-17, meskipun pemahaman ilmuwan pada saat itu mengenai sistem peredaran darah dan kecocokan darah antar individu masih sangat terbatas. Pada tahun 1666, Richard Lower berhasil melakukan transfusi darah antara dua ekor anjing, yang menjadi awal penelitian mengenai transfusi darah pada manusia.
Tahun berikutnya, dokter Prancis Jean Baptiste Denys mencoba melakukan transfusi darah dari anak sapi kepada seorang pasien manusia, tetapi pasien tersebut meninggal akibat reaksi hemolitik. Peristiwa ini menimbulkan kontroversi dan menyebabkan praktik transfusi darah dilarang di beberapa negara Eropa. Namun, pada tahun 1818, James Blundell berhasil menyelamatkan seorang perempuan yang mengalami perdarahan setelah melahirkan dengan melakukan transfusi darah dari suaminya, yang membuktikan bahwa transfusi darah antarmanusia dapat dilakukan dengan aman.
Perkembangan Penting dalam Transfusi Darah
Perkembangan signifikan dalam dunia transfusi darah terjadi pada tahun 1901 ketika Karl Landsteiner, seorang ahli biologi dan dokter asal Austria, menemukan sistem golongan darah ABO. Penemuan ini menunjukkan bahwa kecocokan golongan darah antara donor dan penerima sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi saat transfusi. Berkat temuannya, prosedur transfusi darah menjadi lebih aman dibandingkan sebelumnya. Penelitian Landsteiner terus berkembang, dan pada tahun 1937, bersama Alexander S. Wiener, ia mengidentifikasi faktor Rhesus (Rh), yang semakin meningkatkan keamanan transfusi darah.
Atas kontribusinya yang luar biasa dalam bidang kedokteran, tanggal lahir Karl Landsteiner, yaitu 14 Juni, dipilih sebagai tanggal peringatan Hari Donor Darah Sedunia. Peringatan ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 2004 dan pada tahun 2005, Majelis Kesehatan Dunia ke-58 menetapkannya sebagai peringatan global tahunan. Sejak saat itu, Hari Donor Darah Sedunia diperingati setiap 14 Juni untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya donor darah yang aman serta memberikan penghargaan kepada para pendonor sukarela yang telah menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh dunia.
Peringatan ini juga berfungsi sebagai sarana untuk mendorong ketersediaan darah yang cukup dan aman bagi pasien yang memerlukan transfusi, baik dalam situasi darurat, proses persalinan, operasi, maupun pengobatan berbagai penyakit serius.