Tren sleepmaxxing telah menjadi perbincangan di media sosial, terutama di platform TikTok, di mana banyak influencer membagikan berbagai trik untuk mendapatkan tidur yang lebih nyenyak. Sleepmaxxing mencakup berbagai saran, produk, dan praktik yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas tidur seseorang. Namun, seberapa efektifkah metode-metode ini? Mari kita telusuri lebih lanjut.
Trik Populer dalam Sleepmaxxing
Pakar tidur Carleara Weiss menyatakan bahwa sleepmaxxing merupakan bentuk komersialisasi tidur yang dapat menjadi perhatian. Ia mengatakan, "Kita harus berhati-hati agar tidak mengalihkan fokus dari kesehatan ke pembelian lebih banyak produk untuk mencapai kualitas tidur yang ideal." Berikut adalah beberapa trik sleepmaxxing yang banyak dibicarakan beserta efektivitasnya:
1. **Menambah Suplemen Magnesium**: Magnesium dikenal dapat meningkatkan kualitas tidur. Sebuah tinjauan dalam jurnal Biological Trace Element Research pada tahun 2023 menunjukkan adanya hubungan positif antara kualitas tidur dan asupan magnesium. Namun, perlu diingat bahwa magnesium dapat berinteraksi dengan obat tertentu, dan tidak semua orang memerlukannya. Terlalu banyak mengonsumsinya juga dapat menyebabkan masalah pencernaan.
2. **Mengonsumsi Suplemen Melatonin**: Melatonin dapat membantu mengatasi masalah tidur sementara, seperti akibat jet lag. Namun, dosis dan waktu penggunaannya sangat penting. Weiss mengingatkan bahwa banyak suplemen melatonin yang dijual bebas memiliki dosis yang lebih tinggi dari batas aman, yaitu antara 0,3-5 mg untuk orang dewasa.
3. **Menggunakan White Noise saat Tidur**: Penelitian menunjukkan bahwa white noise, suara konstan yang menggabungkan berbagai frekuensi, dapat meningkatkan kualitas tidur. Anda tidak perlu membeli perangkat khusus; kipas angin atau aplikasi di ponsel juga dapat memberikan efek yang sama.
Metode yang Perlu Diperhatikan
4. **Menggunakan Sleep Tracker**: Beberapa smartwatch dapat melacak aktivitas tidur, tetapi efektivitasnya masih dalam penelitian. Weiss mengingatkan bahwa sebagian besar pelacak tidur yang dijual di pasaran bukanlah alat diagnostik dan tidak bisa digunakan untuk mendiagnosis gangguan tidur.
5. **Menempelkan Plester di Mulut**: Salah satu trik yang dianggap efektif adalah menempelkan plester di mulut untuk mengurangi dengkuran. Namun, menurut Harvard Health Publishing, klaim ini tidak didukung oleh penelitian yang memadai. Jika Anda memiliki masalah mendengkur, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.
6. **Tidur Sebelum Pukul 22.00**: Ada anggapan bahwa tidur sebelum pukul 22.00 dapat membuat tidur lebih nyenyak. Meskipun penting untuk memaksimalkan paparan sinar matahari pagi dan mengurangi cahaya malam untuk mengatur ritme sirkadian, setiap orang memiliki kebutuhan tidur yang berbeda-beda.
Agar tidur malam Anda lebih berkualitas, ada beberapa saran dari para ahli yang bisa diikuti. Mulailah hari dengan paparan sinar matahari untuk menyelaraskan jam tubuh, jaga konsistensi waktu tidur dan bangun, batasi tidur siang, kurangi asupan kafein di sore hari, hindari makan berat sebelum tidur, dan buat rutinitas menenangkan sebelum tidur seperti membaca atau meditasi.
Dengan memahami berbagai trik sleepmaxxing dan saran dari para ahli, Anda dapat memilih cara yang lebih tepat untuk mendapatkan tidur yang lebih nyenyak. Pastikan untuk memverifikasi informasi sebelum menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.