Jakarta - Rachmat Gobel, yang menjabat sebagai anggota DPR, telah berpulang. Keluarga dan sahabat mengenang sosoknya saat melayat di rumah duka. "Turut berdukacita. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang ke rahmatullah H Rachmat Gobel pada hari Jumat, 10 Juli 2026, pukul 03.20 WIB, di Jakarta," ungkap Ketua DPP NasDem Willy Aditya pada Jumat (10/7/2026).
Rachmat Gobel lahir di Gorontalo pada 3 September 1962. Selain dikenal sebagai politikus, almarhum juga merupakan seorang pengusaha sukses. Dia pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo pada tahun 2014-2015 dan saat ini merupakan anggota DPR RI dari Partai NasDem.
Pendidikan dan Karier Awal
Rachmat Gobel adalah anak kelima dari pasangan Drs H Thayeb Mohammad Gobel dan Annie Nento Gobel. Sejak kecil, dia dididik untuk menjadi penerus dan pemimpin di perusahaan Kelompok Usaha Gobel yang didirikan oleh orang tuanya. Berbagai posisi di perusahaan dilaluinya, mulai dari tukang sapu pabrik saat masih di bangku SMP hingga posisi manajerial.
Dia meraih gelar sarjana di bidang Perdagangan Internasional dari Chuo University, Tokyo, Jepang, pada usia 24 tahun. Setelah menyelesaikan studinya, Rachmat melanjutkan praktik kerja di Matsushita Group di dekat Osaka, Jepang. Pada tahun 1989, dia kembali ke Jakarta untuk bergabung dengan Kelompok Usaha Gobel dan menjabat sebagai Asisten Presiden Direktur di PT National Gobel, yang kini dikenal sebagai PT Panasonic Manufacturing Indonesia.
Kenangan dari Rekan dan Sahabat
Kerabat Rachmat Gobel banyak yang melayat ke rumah duka, termasuk Presiden ke-7 Joko Widodo. Jokowi mengenang Rachmat sebagai menteri yang baik dan pekerja keras, "Pak Rachmat Gobel menteri yang baik, menteri yang pekerja keras," ujarnya saat melayat di Tebet, Jakarta Selatan.
Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, juga menyatakan rasa kehilangan yang mendalam. Dia menilai kepergian Rachmat Gobel sangat mendadak dan mengungkapkan bahwa almarhum adalah sosok yang mudah bergaul dengan banyak koneksi baik di dalam maupun luar negeri. "Beliau telah mendapatkan kesempatan kepercayaan menjadi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat kita, sekaligus juga pernah menjabat Menteri Perdagangan di Republik ini," tuturnya.
Chairul Tanjung (CT), Chairman CT Corp, mengenang momen terakhirnya dengan Rachmat Gobel. "Komunikasi terakhir itu kira-kira 2-3 minggu lalu. Kita kumpul bersama para senior pengusaha pribumi yang pernah aktif di pemerintahan," katanya. CT merasa kehilangan sahabatnya dan berharap Rachmat mendapatkan husnulkhatimah.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga menyampaikan bahwa Rachmat Gobel adalah sosok yang ramah dan peduli, serta menjadi perekat bagi banyak kelompok dalam dunia politik. Dia menekankan peran Rachmat dalam memperkuat hubungan antara Indonesia dan Jepang.
Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, mengenang Rachmat sebagai sosok yang selalu tepat waktu dan baik kepada semua orang. "Pak Rachmat ini orang yang sangat baik, ramah," kenangnya.
Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, menegaskan bahwa DPR sangat kehilangan sosok Rachmat Gobel yang penuh dedikasi. "Almarhum Pak Rahmat Gobel tuh langsung menjadi pimpinan DPR, Wakil Ketua DPR RI, dan periode keduanya dia anggota Komisi V," ujarnya.
Pemakaman Rachmat Gobel
Jenazah Rachmat Gobel dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Bendera Merah Putih dikibarkan di atas jenazah saat memasuki tempat peristirahatan terakhirnya. Tangisan keluarga mengiringi pemakaman, dan lantunan tahlil mengisi suasana saat jenazah dimakamkan.