Jakarta, CNN Indonesia -- Cacar ular, atau yang dikenal juga dengan nama herpes zoster, adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella-zoster (VZV), virus yang juga menjadi penyebab cacar air. Setelah seseorang terinfeksi cacar air, virus ini tetap berada dalam tubuh dalam keadaan tidak aktif.
Virus dapat kembali aktif, yang dikenal sebagai herpes zoster, ketika sistem kekebalan tubuh seseorang melemah atau setelah kontak langsung dengan individu yang terinfeksi cacar ular. Penyakit ini umumnya memiliki masa inkubasi antara 10 hingga 21 hari dan lebih sering terjadi pada orang dewasa.
Apakah Cacar Ular Menular?
Cacar ular bisa menimbulkan ketakutan, dan banyak yang bertanya-tanya tentang kemungkinannya untuk menular. Berdasarkan informasi dari Healthline, cacar ular memang dapat menular, terutama melalui kontak langsung dengan lepuhan atau ruam yang aktif. Namun, virus ini tidak dapat ditularkan melalui air liur atau sekresi hidung, kecuali dalam situasi yang sangat jarang.
Orang yang belum pernah mengalami cacar air atau yang tidak mendapatkan vaksinasi perlu lebih berhati-hati, karena mereka dapat terinfeksi virus ini. Penularan biasanya terjadi melalui kontak dengan cairan dari lepuhan ruam herpes zoster, menurut CDC.
Peluang terjadinya cacar ular meningkat seiring bertambahnya usia. Sekitar setengah dari semua kasus cacar ular terjadi pada individu berusia di atas 60 tahun, dan risikonya semakin tinggi setelah usia 70 tahun.
Faktor Risiko dan Cara Mencegah Penyebaran
Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena cacar ular meliputi:
- Memiliki masalah kesehatan yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh.
- Sedang menjalani pengobatan yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh.
- Terlalu banyak terpapar sinar matahari.
Untuk membantu mengurangi penyebaran cacar ular, berikut adalah beberapa tips bagi penderita:
- Pastikan ruam cacar tetap bersih dan tertutup untuk mencegah kontak tidak sengaja dengan orang lain.
- Cuci tangan secara teratur. Menjaga kebersihan tangan dan tidak menyentuh lepuhan sangat penting.
- Hindari kontak dekat dengan ibu hamil, karena virus cacar ular dapat menimbulkan risiko serius bagi mereka dan bayi yang dikandung.
- Jauhi orang-orang yang berisiko, seperti bayi prematur dan anak-anak yang belum pernah terinfeksi cacar air atau yang belum divaksin.
Selain itu, penderita cacar ular sebaiknya menghindari kontak dengan orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Meskipun cacar ular dapat sembuh dengan sendirinya, penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala tambahan.
Demikianlah penjelasan mengenai penularan cacar ular yang perlu diperhatikan.