Jakarta, CNN Indonesia -- Masih banyak orang yang berpegang pada anggapan bahwa kebutuhan air putih setiap hari adalah sekitar dua liter. Namun, kebutuhan cairan setiap individu sebenarnya bervariasi, tergantung pada berat badan serta tingkat aktivitas yang dilakukan.
Dokter spesialis penyakit dalam dari RS Brawijaya Duren Tiga, Jessica Marsigit, menjelaskan bahwa kebutuhan cairan harian sebaiknya dihitung berdasarkan berat badan, bukan dengan angka yang sama untuk setiap orang. "Sebetulnya kalau misalnya hidrasi per hari itu minimal 30 cc per kilogram berat badan. Jadi misalnya berat badan 50 kilogram, kebutuhan cairannya sekitar 1,5 sampai 2 liter per hari," ungkap Jessica dalam sebuah talkshow di CNN Indonesia Wellnest Festival Vol. 2 yang berlangsung di South Quarter Dome, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Rabu (22/7).
Pentingnya Minum Sebelum Haus
Jessica juga menekankan pentingnya untuk tidak menunggu rasa haus muncul sebelum mulai minum. Ketika rasa haus dirasakan, itu menandakan bahwa tubuh sudah mulai kekurangan cairan. "Jangan dipaksa sampai haus baru minum. Justru kita mencegah jangan sampai haus, jangan sampai kita capek, jangan sampai otot kita capek baru kita minum," jelasnya.
Kesadaran Terhadap Kebutuhan Cairan
Hal serupa juga disampaikan oleh life coach sekaligus pendiri Primafit, Brian Bildt. Ia mengaku baru menyadari bahwa dirinya mengalami dehidrasi setelah melakukan pemeriksaan kesehatan, meskipun merasa telah menjalani gaya hidup sehat dan rutin berolahraga. "Waktu cek darah, dokter bilang darah saya terlalu kental dan ternyata saya dehidrasi. Karena itu sekarang saya mulai rajin minum air setiap jam atau setiap dua jam. Jadi balik lagi ke kesadaran," kata Brian.
Brian menambahkan bahwa banyak orang hanya minum ketika merasa haus, padahal kebiasaan ini tidak selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, terutama bagi mereka yang aktif berolahraga. "Yang penting itu kita sadar kebutuhan cairan tubuh kita. Jangan menunggu haus baru minum," ujarnya.