Jakarta, CNN Indonesia -- Minuman manis yang mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari kini menjadi perhatian lebih dari Kementerian Kesehatan. Melalui inisiatif baru, kementerian ini memperkenalkan metode untuk membantu masyarakat mengenali kandungan gula, garam, dan lemak dalam minuman yang mereka konsumsi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melakukan uji coba dengan metode 'blind test' terhadap berbagai minuman populer. Hasil dari penilaian tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam sistem Nutri Level yang terdiri dari kategori A hingga D. Dalam penjelasannya, Budi menyatakan bahwa ice americano tanpa tambahan gula merupakan pilihan dengan kategori terbaik.
Kategori Penilaian Minuman
"Setelah saya coba blind test nih, Ice Americano yang tidak ada rasa manisnya masuk di level yang paling bagus yaitu Level A. Es teh manis masuk di Level B. Kopi susu masuk di Level C. Sementara minuman yang rasanya manis banget seperti matcha manis dan milk tea boba masuk di Level D," ujar Budi di akun Instagramnya.
Level A ditandai dengan huruf A dan warna hijau tua, menunjukkan bahwa minuman tersebut memiliki kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) yang paling rendah. Semakin tinggi levelnya, semakin besar pula kandungan GGL dalam minuman tersebut. Level B berwarna hijau muda, Level C kuning, dan Level D merah sebagai kategori dengan kandungan tertinggi.
Tujuan Edukasi dan Konsumsi Sehat
Sistem pelabelan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendidik masyarakat mengenai asupan gula harian, terutama dari minuman siap saji yang sering dikonsumsi tanpa disadari. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam membuat pilihan yang lebih sehat saat membeli minuman, termasuk saat memesan melalui layanan daring.
Meski demikian, Kementerian Kesehatan menekankan bahwa minuman manis tidak perlu dihindari sepenuhnya. "Minuman-minuman ini tetap boleh kok dikonsumsi, tapi jangan sering-sering, sesekali saja ya," kata Budi.