BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 06:10 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Rabu, 05 Agt 2026 08:42 WIB

Menkop: Koperasi Desa Merah Putih Sebagai Realisasi Pemikiran Soemitro Djojohadikusumo

05 Agt 2026, 08:42 WIB 65x dibaca 2 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
F
Fadil Ramadhan Akbar 65x dibaca · 2 menit baca
Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

JAKARTA -- Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengungkapkan bahwa gagasan Prof. Soemitro Djojohadikusumo yang menekankan pentingnya ekonomi berbasis kebersamaan dan gotong royong kini telah menemukan bentuk konkret melalui inisiatif strategis Presiden Prabowo Subianto, yaitu program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Dalam acara peluncuran buku Soemitro Djojohadikusumo yang berjudul "Anti Penjajahan" dan Simposium Nasional bertema "Urgensi Undang-Undang Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial dalam Menata Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045", yang diselenggarakan oleh Yayasan Membangun Nusantara Kita di Gedung RRI Pusat, Jakarta, pada Selasa (4/8/2026), Ferry menjelaskan bahwa pemikiran Prof. Soemitro masih sangat relevan untuk diterapkan dan dikembangkan di era sekarang.

Peran Prof. Soemitro dalam Koperasi Indonesia

Ferry menekankan bahwa Soemitro merupakan salah satu pendiri Induk Koperasi Pegawai Republik Indonesia (IKPRI) dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam perkembangan koperasi di Indonesia. Ia turut berperan dalam membangun landasan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) yang penting untuk kemajuan koperasi.

Transformasi Ekonomi Melalui KDKMP

Lebih lanjut, Ferry menyatakan bahwa Presiden Prabowo telah menetapkan KDKMP sebagai salah satu program strategis pemerintah untuk mengarahkan kembali ekonomi nasional sesuai dengan amanat Pasal 33 UUD 1945. "Presiden Prabowo melakukan transformasi dari yang semula berupa pemikiran menjadi sebuah program yang bersifat teknokratis dan harus diimplementasikan secara detail serta teknis melalui KDKMP," ujarnya.

Ferry juga menekankan bahwa KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai sarana distribusi barang bersubsidi, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan potensi lokal, termasuk sektor pariwisata, kerajinan, dan ekonomi kreatif. Dengan demikian, koperasi desa diharapkan tidak hanya menjadi penyalur bantuan, tetapi juga menjadi pusat penggerak ekonomi masyarakat.

Kementerian Koperasi berkomitmen untuk memastikan program ini berjalan dengan baik dan sesuai harapan. Ferry menyadari bahwa pelaksanaan program ini menghadapi berbagai tantangan, di mana meskipun banyak masyarakat yang antusias, masih ada yang ragu karena belum terbiasa dengan model koperasi modern. Oleh karena itu, pemerintah akan terus melakukan sosialisasi dan pendampingan secara intensif.

"Di sinilah sebenarnya setiap transformasi dan setiap perubahan memiliki konsekuensinya. Kami mohon doa dan dukungannya agar KDKMP ini secara operasional dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," tutup Ferry.