Olahraga

Meta Cabut Fitur Enkripsi di DM Instagram Mulai 2026

Meta mengumumkan pencabutan fitur enkripsi end-to-end di Direct Message Instagram yang akan berlaku mulai 8 Mei 2026, mengubah cara pengguna berkomunikasi di platform tersebut.

A
Admin Fakta Lurus
10 May 2026 8 pembaca
Meta Cabut Fitur Enkripsi di DM Instagram Mulai 2026
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Meta telah mengumumkan bahwa fitur enkripsi end-to-end (E2E) di layanan pesan langsung Instagram (DM) akan dihentikan mulai 8 Mei 2026. Fitur ini sebelumnya menjamin bahwa hanya pengirim dan penerima yang dapat mengakses pesan, tanpa keterlibatan pihak lain, termasuk tim internal Meta. Dengan pencabutan ini, isi pesan di DM Instagram berpotensi tidak lagi sepenuhnya privat dan dapat diakses oleh pihak lain, termasuk tim internal Instagram.

Sebenarnya, fitur E2E di Instagram bersifat opsional dan tidak diaktifkan secara otomatis seperti di WhatsApp. Pengguna diharuskan untuk mengaktifkannya secara manual. Sebelumnya, Meta memiliki rencana untuk menjadikan fitur privasi ini sebagai default di DM Instagram, namun rencana tersebut tidak terealisasi. Akhirnya, Meta memutuskan untuk menghapus fitur ini dari DM Instagram, sebagaimana dilaporkan oleh BBC.

Informasi untuk Pengguna

Di laman bantuan resmi, Instagram memberikan informasi kepada pengguna bahwa mereka akan menerima petunjuk untuk mengunduh media atau pesan yang ingin disimpan setelah fitur enkripsi dicabut. Pengguna yang menggunakan versi aplikasi lama disarankan untuk memperbarui aplikasi sebelum mengunduh chat yang terpengaruh oleh perubahan ini. Pantauan terbaru menunjukkan bahwa fitur E2E sudah tidak tersedia di aplikasi Instagram versi 429.0.0.0.49 untuk Android.

Penyebab Pencabutan Fitur E2E

Dalam pernyataan kepada media teknologi PC Mag, Meta menjelaskan bahwa penghapusan fitur E2E di DM Instagram disebabkan oleh rendahnya penggunaan fitur tersebut. Meta mencatat bahwa hanya sedikit pengguna yang mengaktifkan E2E saat mengirim pesan di DM. Oleh karena itu, Meta merekomendasikan pengguna yang ingin tetap menggunakan enkripsi untuk beralih ke WhatsApp, di mana fitur E2E secara otomatis aktif. Selain itu, fitur E2E juga tersedia di pesan pribadi Facebook.

Meskipun tujuan dari fitur enkripsi adalah untuk meningkatkan keamanan pesan, fitur ini juga menuai kritik dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Jaksa Agung New Mexico, Raúl Torrez, yang berpendapat bahwa fitur enkripsi justru membuat platform menjadi kurang aman. Ia menyatakan bahwa E2E menghalangi Instagram dalam mendeteksi dan melaporkan eksploitasi seksual anak, serta berpotensi memfasilitasi distribusi pesan atau file media sensitif tanpa pengawasan.

Dengan pencabutan fitur ini, Meta berharap dapat meningkatkan keamanan dan pengalaman pengguna di platform Instagram.

Artikel Terkait