BREAKING Minggu, 14 Jun 2026 04:45 WIB
Berita Terkini Rabu, 20 Mei 2026 16:06 WIB

Momentum Kebangkitan Nasional: Ibas Ajak Mahasiswa Jadi Generasi Solutif

20 Mei 2026, 16:06 WIB 15x dibaca 3 menit baca news.detik.com news.detik.com
N
Nadia Stevani Putri 15x dibaca · 3 menit baca
Momentum Kebangkitan Nasional: Ibas Ajak Mahasiswa Jadi Generasi Solutif
Foto: dok. MPR RI

Jakarta - Dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), yang menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI, menekankan pentingnya momen ini sebagai pengingat bagi generasi muda. Ia mengajak mereka untuk tidak hanya mengejar pendidikan akademis, tetapi juga membangun karakter, moral, dan semangat kebangsaan agar dapat menjadi generasi emas yang adaptif, kolaboratif, dan solutif bagi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa di masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Ibas saat menjadi pembicara kunci dalam Seminar Kebangsaan yang diselenggarakan untuk menyambut Hari Kebangkitan Nasional dengan tema 'Belajar Now, Aksi Esok, Ukir Great Future, Generasi Emas Bangun Bangsa'. Seminar ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, termasuk ISIMU Pacitan, Universitas Indonesia, Universitas Pertahanan, UIN Jakarta, dan Universitas Negeri Jakarta.

Pendidikan sebagai Tanggung Jawab Bersama

Ibas, yang juga merupakan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, mengingatkan bahwa pendidikan tidak seharusnya hanya dipahami sebagai upaya untuk meraih gelar. Ia menekankan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam membentuk jati diri kebangsaan dan menjadi agen perubahan yang positif bagi Indonesia. "Saya yakin mahasiswa yang hadir hari ini tidak hanya mencari gelar, tetapi juga sedang menempa diri untuk menjadi generasi yang memiliki jati diri kebangsaan," ungkap Ibas.

Lebih lanjut, Ibas menekankan bahwa semangat Hari Kebangkitan Nasional harus dipahami secara lebih luas. Ia menyatakan bahwa hal ini tidak hanya berkaitan dengan pelestarian filosofi bangsa, tetapi juga mengenai pentingnya pendidikan dalam membangun masa depan Indonesia. Ia mendorong generasi muda untuk aktif dalam mengawasi jalannya pemerintahan melalui kritik yang konstruktif, menjaga persatuan, memperjuangkan keadilan, dan memastikan setiap kebijakan berfokus pada kesejahteraan rakyat.

Membangun Kualitas Sumber Daya Manusia

Ibas menjelaskan bahwa tujuan akhir dari pembangunan negara adalah untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan harus mampu menghasilkan kehidupan yang lebih cerdas dan terdidik, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maju dan berdaulat. Ia menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia adalah kunci utama untuk mencapai cita-cita tersebut. "Pendidikan yang sejati adalah pendidikan yang membentuk manusia bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan perilaku," tegas Ibas.

Ia juga mengajak generasi muda untuk menjadi solusi bagi berbagai masalah bangsa, termasuk kemiskinan, disrupsi teknologi, lingkungan hidup, dan pengangguran. "Jadilah generasi yang adaptif, kolaboratif, dan progresif. Saya ingin kalian menjadi generasi emas yang cerdas, berkarakter, inovatif, peduli, dan terus membangun bangsanya. Negara ini terlalu luas untuk diurus satu golongan, kita hanya bisa maju jika berjalan bersama," tambah Ibas.

Rektor ISIMU Pacitan, Dr. Ahmadi, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa untuk berdialog langsung dengan Ibas di Gedung DPR RI. Menurutnya, pengalaman tersebut sangat berharga dan dapat membangkitkan semangat serta rasa percaya diri mahasiswa, terutama bagi mereka yang berasal dari daerah. Ahmadi menilai kunjungan akademik ini bukan hanya sekadar perjalanan edukatif, tetapi juga membuka wawasan kebangsaan mahasiswa tentang demokrasi, kepemimpinan, dan masa depan Indonesia.

Ia juga menekankan bahwa sambutan hangat dan pesan-pesan kebangsaan dari Ibas memberikan motivasi besar bagi mahasiswa untuk terus belajar, menjaga integritas, dan berkontribusi bagi bangsa. "Mahasiswa kami pulang bukan hanya membawa dokumentasi perjalanan, tetapi juga membawa inspirasi, harapan, dan keyakinan baru bahwa anak-anak daerah pun memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi besar dan mengambil bagian dalam membangun Indonesia," tutup Ahmadi.

Seminar kebangsaan ini juga dihadiri oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pacitan, Suprayitno Ahmad, serta berbagai akademisi dan tokoh pendidikan, yang membuat diskusi kebangsaan berlangsung dengan semangat dan antusiasme yang tinggi.