BANJARBARU, KOMPAS.com - Kapolres Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda, mengungkapkan motif di balik pembunuhan seorang guru pesantren perempuan berinisial HN (25). Korban ditemukan meninggal dunia di dalam hutan di Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, setelah menjadi sasaran perampokan oleh dua tersangka, AS (40) dan MFI (43). Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu malam, 29 April 2026, dan kedua pelaku berhasil ditangkap pada Jumat, 1 Mei 2026.
Pius menjelaskan bahwa hasil penyidikan menunjukkan salah satu pelaku, AS, merasa terdesak dengan kebutuhan ekonomi sehingga nekat merampok korban. Untuk melancarkan aksinya, AS dibantu oleh rekannya MFI. Dalam pemeriksaan, AS mengakui bahwa tindakan merampok tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan biaya sekolah anaknya. "Tersangka melakukan perbuatan ini karena motif ekonomi keluarga salah satunya untuk membayar keperluan sekolah anaknya,” ujar Pius kepada wartawan pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Rencana Perampokan yang Terpaksa Dilakukan
AS dan MFI bekerja sebagai pekerja kebun di area yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Setiap hari, mereka bertugas menjaga dan merawat kebun milik majikannya. Sebelum melakukan perampokan, AS sempat mencoba meminjam uang dari pemilik kebun, namun permohonan tersebut tidak dikabulkan. Hal ini mendorong mereka untuk merencanakan tindakan kriminal tersebut. "Semula pelaku hendak meminjam uang ke bos yang kebunnya mereka jaga, namun tidak dikasih oleh bos mereka. Sehingga munculah ide untuk melakukan perampokan atau begal," ungkap Pius.
Pengamatan Terhadap Korban
Pius menambahkan bahwa korban sering kali melintas di depan pondok tempat tinggal kedua pelaku. Hal ini menjadi salah satu alasan mereka memilih untuk merampok HN. "Kebetulan kedua pelaku selalu melihat korban ini setiap mau pulang selalu lewat jalan yang tidak jauh dari pondok mereka," jelasnya.
Dengan demikian, tindakan kriminal ini tidak hanya dipicu oleh kebutuhan ekonomi, tetapi juga oleh kesempatan yang ada saat korban melintas di dekat tempat tinggal pelaku. KOMPAS.com berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, tepercaya, dan berimbang.