BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 06:10 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Senin, 10 Agt 2026 15:16 WIB

Pahami Penyebab Asam Lambung di Tempat Kerja dan Kapan Harus Melakukan Endoskopi

10 Agt 2026, 15:16 WIB 54x dibaca 4 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
G
Galih Lingga Pradipta 54x dibaca · 4 menit baca
Ilustrasi. (Foto: iStockphoto/yacobchuk)
Ilustrasi. (Foto: iStockphoto/yacobchuk)

Jakarta, CNN Indonesia -- Kesibukan dalam pekerjaan sering kali membuat waktu makan menjadi tidak teratur. Banyak pekerja kantoran yang baru bisa makan setelah pulang dari kerja, bahkan ada yang melewatkan waktu makan sama sekali karena tuntutan pekerjaan yang tinggi. Kebiasaan menunda makan, mengonsumsi kopi secara berlebihan, serta makan dalam porsi besar di malam hari sering dianggap sebagai bagian dari gaya hidup yang sulit dihindari. Tekanan yang dialami sepanjang hari dapat menyebabkan keluhan asam lambung, termasuk GERD (gastroesophageal reflux disease).

Dokter spesialis penyakit dalam dari Mayapada Hospital Jakarta Timur, dr. Ario Perbowo Putra, mengingatkan bahwa keluhan asam lambung yang sering muncul tidak boleh dianggap remeh. Ia menjelaskan bahwa pola makan yang tidak teratur dan stres dapat menjadi pemicu gangguan pada saluran pencernaan. "Pola makan yang tidak teratur, jeda makan yang terlalu panjang, konsumsi makanan tertentu, hingga stres dapat memicu peningkatan produksi asam lambung dan menimbulkan berbagai gangguan pada saluran cerna," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Gejala dan Tanda GERD

Dr. Ario menambahkan bahwa stres juga berpengaruh terhadap fungsi saluran cerna, sehingga keluhan lambung bisa muncul dengan lebih mudah atau menjadi lebih parah. Jika gejala sering muncul, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebabnya secara akurat. Pada kondisi GERD, asam lambung dapat naik ke kerongkongan akibat melemahnya fungsi lower esophageal sphincter (LES), yang berfungsi mencegah isi lambung kembali ke kerongkongan. Gejala yang umum terjadi meliputi sensasi terbakar di dada atau heartburn, rasa asam atau pahit di mulut, serta perasaan mengganjal di tenggorokan. Beberapa orang juga mengalami mual dan kembung, terutama setelah makan dalam porsi besar atau berbaring segera setelah makan.

Oleh karena itu, keluhan asam lambung yang sering kambuh atau tidak kunjung membaik sebaiknya tidak diabaikan. "Pada kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan endoskopi untuk melihat kondisi kerongkongan dan lambung secara lebih jelas. Pemeriksaan ini membantu memastikan penyebab keluhan sekaligus menentukan penanganan yang tepat sesuai kondisi pasien," jelas dr. Ario.

Pencegahan dan Perhatian Medis

Selain penanganan medis, risiko keluhan asam lambung dapat diminimalkan melalui beberapa kebiasaan sehari-hari. Di antaranya adalah menghindari makan terlalu larut malam, membatasi konsumsi makanan berlemak dan pedas, serta mengurangi asupan kafein. Mengelola stres, menjaga berat badan ideal, dan tidak langsung berbaring setelah makan juga dapat membantu. Meskipun sering dianggap ringan, keluhan asam lambung yang berulang atau semakin mengganggu tetap memerlukan perhatian medis.

Perhatian khusus diperlukan terutama jika keluhan disertai kesulitan menelan, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, muntah darah, atau perubahan warna tinja menjadi lebih gelap. Gejala-gejala tersebut dapat menjadi indikasi adanya kondisi yang perlu ditelusuri lebih lanjut oleh dokter. Jika keluhan asam lambung sering kambuh, tidak kunjung membaik, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Dalam kondisi tertentu, pemeriksaan endoskopi dapat dilakukan untuk mengevaluasi kondisi kerongkongan dan lambung secara lebih mendetail.

Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk menemukan penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai bagi pasien. Untuk mendukung perawatan saluran cerna secara menyeluruh, Mayapada Hospital Jakarta Timur memiliki Gastrohepatology Center yang didukung oleh tim dokter multidisiplin. Tim ini terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi, dokter spesialis bedah digestif, dokter spesialis anak konsultan gastrohepatologi, hingga dokter spesialis radiologi konsultan abdomen. Layanan ini dilengkapi dengan fasilitas diagnostik seperti USG abdomen, CT Scan, MRI, dan endoskopi.

Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan sesuai dengan indikasi medis dan rekomendasi dokter untuk membantu mengevaluasi kondisi saluran pencernaan. Tujuannya adalah untuk menemukan penyebab keluhan serta menentukan penanganan yang sesuai bagi setiap pasien. Apabila pasien memerlukan pertolongan medis segera terkait kondisi penyakit dalam, Mayapada Hospital Jakarta Timur juga menyediakan layanan Internist Emergency 24 jam. Layanan ini siap memberikan evaluasi dan penanganan sesuai kebutuhan pasien.

Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, Emergency 150990, atau aplikasi MyCare. Pengguna aplikasi juga dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori yang terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).