BREAKING Jumat, 19 Jun 2026 15:55 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Jumat, 19 Jun 2026 13:03 WIB

Pahami Penyebab dan Gejala Disfungsi Dasar Panggul yang Mengganggu Proses Buang Air

19 Jun 2026, 13:03 WIB 1x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
K
Komang Yoga 1x dibaca · 3 menit baca
Ilustrasi. Waspadai gejala disfungsi dasar panggul yang bikin susah buang air. Kondisi ini biasa terjadi pada perempuan yang pernah mengalami kehamilan. (iStockphoto/turk_stock_photographer)
Ilustrasi. Waspadai gejala disfungsi dasar panggul yang bikin susah buang air. Kondisi ini biasa terjadi pada perempuan yang pernah mengalami kehamilan. (iStockphoto/turk_stock_photographer)

Apakah Anda sering mengalami kesulitan saat buang air besar (BAB) atau buang air kecil? Hal ini mungkin menandakan adanya disfungsi dasar panggul. Banyak orang beranggapan bahwa kesulitan BAB disebabkan oleh kurangnya serat, padahal masalah ini juga bisa berkaitan dengan otot yang tidak berfungsi dengan baik saat proses mengejan.

Menurut Cleveland Clinic, disfungsi dasar panggul adalah kondisi di mana otot-otot di area panggul tidak dapat berfungsi secara optimal saat membantu proses buang air kecil maupun besar. Otot-otot ini berfungsi seperti fondasi yang mendukung organ-organ penting, termasuk kandung kemih, rahim, prostat, dan rektum. Dalam keadaan normal, otot-otot ini akan mengencang dan mengendur sesuai kebutuhan. Namun, pada disfungsi dasar panggul, otot justru terus menegang, sehingga mengganggu proses buang air.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Otot dasar panggul dapat melemah atau mengalami cedera, terutama pada wanita, di mana kehamilan dan persalinan menjadi penyebab utama. Beberapa gejala yang umum terjadi pada disfungsi dasar panggul, seperti yang dilansir dari MedlinePlus, meliputi:

  • Merasa berat, penuh, tertarik, atau nyeri di area vagina, dengan gejala yang bisa memburuk menjelang malam atau saat buang air besar.
  • Melihat atau merasakan tonjolan dari vagina.
  • Kesulitan memulai buang air kecil atau tidak dapat mengosongkan kandung kemih sepenuhnya.
  • Sering mengalami infeksi saluran kemih.
  • Kebocoran urine ketika batuk, tertawa, atau berolahraga.
  • Merasa dorongan mendesak untuk buang air kecil.
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Kebocoran feses atau kesulitan mengendalikan kentut.
  • Sembelit.

Sering kali, penderita disfungsi dasar panggul mengalami kesulitan menahan buang air kecil atau besar hingga mencapai kamar mandi. Gejala-gejala ini sebaiknya diwaspadai jika sering dialami.

Penyebab Disfungsi Dasar Panggul

Penyebab disfungsi dasar panggul bervariasi. WebMD menyebutkan bahwa pada sebagian orang, kondisi ini bisa bersifat genetik, di mana otot dan jaringan ikat lebih lemah. Selain itu, ada faktor lain yang dapat memicu, seperti cedera pada panggul, operasi di area panggul, penuaan, kelebihan berat badan, kehamilan, persalinan, serta kebiasaan mengejan terlalu keras saat BAB.

Untuk wanita, faktor yang paling sering menyebabkan disfungsi ini adalah kehamilan, bertambahnya usia, dan obesitas. Bahkan, meskipun tidak melahirkan secara normal, kehamilan dapat mengubah struktur panggul dan meningkatkan risiko gangguan ini. Gangguan saraf, seperti penyakit Parkinson, juga dapat memengaruhi fungsi otot dasar panggul karena saraf berperan dalam mengontrol pergerakan otot.

Penanganan Disfungsi Dasar Panggul

Penanganan terhadap disfungsi dasar panggul bergantung pada gejala yang dialami. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan panggul, atau tes khusus untuk memastikan diagnosis. Salah satu terapi yang umum dilakukan adalah latihan Kegel, yang melibatkan pengencangan otot panggul selama lima detik dan kemudian melepaskannya. Latihan ini bisa dilakukan 10-20 kali, tiga hingga empat kali sehari.

Selain itu, terapi fisik juga dapat membantu melatih otot agar berfungsi lebih baik. Perubahan kebiasaan, seperti menghindari mengejan terlalu keras saat BAB, juga sangat penting. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan obat pelemas otot atau terapi estrogen topikal. Jika terjadi gangguan kontrol feses, tindakan medis seperti operasi mungkin diperlukan.

Penting untuk tidak mengabaikan gejala disfungsi dasar panggul, terutama jika Anda sering mengalami kesulitan saat BAB disertai keluhan pada kandung kemih atau vagina. Semakin cepat kondisi ini dikenali, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang efektif dari dokter.