PANGANDARAN, KOMPAS.com – Selama tiga hari berturut-turut, mulai Senin hingga Rabu (4-6/5/2026), Pangandaran, Jawa Barat, dilanda gempa bumi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran melaporkan bahwa tidak ada kerusakan bangunan yang diakibatkan oleh rangkaian gempa tersebut.
"Alhamdulillah, tidak ada kerusakan bangunan," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Pangandaran, Dodo Kusnadi, saat dihubungi melalui telepon pada Rabu (6/5/2026). Dia menambahkan bahwa sejak awal November tahun lalu, wilayah Pangandaran sering mengalami gempa, meskipun dengan kekuatan yang relatif kecil.
Frekuensi Gempa Kecil yang Menguntungkan
Dodo menjelaskan bahwa gempa-gempa kecil ini memiliki magnitudo yang rendah, seperti dua, tiga, bahkan ada yang nol koma. Menurutnya, seringnya gempa kecil justru memberikan dampak positif bagi Pangandaran. Dia menjelaskan, material tanah yang turun secara perlahan dianggap lebih baik dibandingkan jika terjadi penurunan secara sekaligus yang bisa menimbulkan benturan.
"Yang dikhawatirkan (pergerakan lempeng) yang sekaligus besar, bisa terjadi hantaman (terjadi gempa besar dan gelombang tinggi). Tapi kalau sedikit demi sedikit, perlahan, sampai di titik akhir, istilahnya sudah mengunci (tidak lagi bergerak)," tambah Dodo.
Detail Gempa yang Terjadi
Menurut analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi terakhir mengguncang Kabupaten Pangandaran pada Rabu (6/5/2026) pagi. Gempa tersebut terjadi pada pukul 09.37 WIB dengan kekuatan magnitudo 2,7. Titik koordinat gempa terletak pada 9,02 Lintang Selatan (LS) dan 108,64 Bujur Timur (BT), berlokasi di laut dengan jarak 147 kilometer arah selatan dari Kabupaten Pangandaran.
BMKG mengategorikan gempa ini sebagai gempa dangkal dengan kedalaman pusat gempa mencapai 10 kilometer di bawah permukaan laut. Pada hari Selasa (5/5/2026) pagi, gempa dengan magnitudo 4,2 juga terjadi, dengan episenter di laut pada jarak 81 kilometer Barat Daya Kabupaten Pangandaran dan kedalaman 21 kilometer.
Hasil laporan dari masyarakat menunjukkan bahwa guncangan gempa dirasakan di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran, dan Kecamatan Pangandaran, dengan Skala Intensitas III MMI. Di daerah lain seperti Kota Tasikmalaya dan Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis, getaran dirasakan dengan Skala Intensitas II - III MMI.
Gempa yang terjadi pada hari Senin (4/5/2026) juga mencatatkan kekuatan magnitudo 4,0, dengan pusat gempa berada 66 kilometer arah selatan Kabupaten Pangandaran pada kedalaman 29 kilometer. Guncangan tersebut dirasakan di beberapa daerah, termasuk di Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis.
KOMPAS.com berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat dan terpercaya. Dukung keberlanjutan jurnalisme yang jelas dan nikmati pengalaman membaca tanpa iklan melalui Membership. Bergabunglah dengan KOMPAS.com Plus sekarang.