BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 07:08 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Jumat, 10 Jul 2026 00:07 WIB

Pelita Air Hadirkan Musikal dalam Layanan Penerbangan Melalui Kolaborasi Seni

10 Jul 2026, 00:07 WIB 92x dibaca 2 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
I
Ilham Saputra 92x dibaca · 2 menit baca
Foto: pertamina
Foto: pertamina

Pelita Air menjalin kerja sama dengan pementasan Musikal Senja Teduh Pelita sebagai bagian dari kolaborasinya dengan industri seni. Melalui kolaborasi ini, lagu "Terang Kala Pelita" akan diputar sebagai musik dalam penerbangan (in-flight music) hingga 1 Agustus 2026.

Detail Pementasan dan Tema

Program Manager Indonesia Kaya, Billy Gamaliel, menjelaskan bahwa Musikal Senja Teduh Pelita merupakan hasil kolaborasi antara Jakarta Movin, Indonesia Kaya, dan MALIQ & D’Essentials. Pertunjukan ini akan digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 3-12 Juli 2026. "Mengusung semangat Terang Kala Pelita, pertunjukan ini mengisahkan perjuangan sembilan anak yang membangun harapan baru setelah dunia dilanda krisis lingkungan dan konflik," ungkap Billy dalam keterangan tertulisnya.

Dia menambahkan bahwa cerita ini mengangkat tema keluarga, keberanian, kepedulian terhadap sesama, serta tanggung jawab dalam menjaga masa depan bumi. Tema tersebut sejalan dengan pesan yang ingin disampaikan oleh Pelita Air melalui kolaborasi ini.

Peran Seni Pertunjukan

Dalam kerjasama ini, lagu "Terang Kala Pelita" versi Jakarta Movin akan menjadi musik dalam penerbangan Pelita Air hingga 1 Agustus 2026. Billy menyatakan bahwa seni pertunjukan dapat menjadi medium yang efektif untuk membangun ruang dialog serta memperkuat ekosistem seni di Indonesia. "Kami percaya seni pertunjukan mampu menghadirkan ruang untuk berdialog, merasakan, dan bertumbuh bersama. Melalui Musikal Senja Teduh Pelita, kami ingin terus mendukung lahirnya karya-karya berkualitas yang memperkuat ekosistem seni pertunjukan Indonesia," jelasnya.

Nuya Susantono, produser sekaligus sutradara Musikal Senja Teduh Pelita, menambahkan bahwa pertunjukan ini lahir dari interpretasi atas lirik dan semesta musikal MALIQ & D’Essentials yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. "Kami berharap setiap penonton pulang dengan semangat untuk terus menjaga harapan, merawat kehidupan, dan memikirkan dunia yang ingin diwariskan kepada generasi mendatang," ujarnya.

Hampir 20 lagu dari MALIQ & D’Essentials, termasuk "Senja Teduh Pelita", "Himalaya", "Aurora", "Jalan", dan "Pulang", dirangkai menjadi satu alur cerita baru dalam pertunjukan ini. Angga Puradiredja, mewakili MALIQ & D’Essentials, menyampaikan bahwa musikal ini memberikan interpretasi baru terhadap lagu-lagu yang telah diciptakan oleh grup musik tersebut. "Lagu-lagu kami menemukan rumah baru. Tidak hanya didengar, tetapi juga dilihat, dirasakan, dan dihidupkan dalam sebuah dunia yang baru," kata Angga.

Pertunjukan ini melibatkan 32 pemain, termasuk 11 aktor anak, serta didukung oleh lebih dari 200 pekerja kreatif dengan tata panggung, multimedia, projection mapping, musik orkestra secara langsung, hingga teknik puppetry yang menghadirkan satwa Indonesia di atas panggung.