Proyek pembangunan kawasan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Ibu Kota Nusantara (IKN) kini memasuki tahap konstruksi dengan harapan dapat selesai pada akhir tahun 2027. Dalam upaya mencapai target tersebut, proyek strategis nasional ini juga berfokus pada pengendalian mutu, keselamatan kerja, serta tata kelola yang efektif.
Peninjauan Proyek oleh Komisaris Independen
Isra D. Pramulya, Komisaris Independen PT Brantas Abipraya (Persero), melakukan peninjauan langsung terhadap pembangunan Bangunan Gedung dan Kawasan DPR Paket I yang berlokasi di IKN, Kalimantan Timur. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pelaksanaan proyek sesuai dengan target yang ditetapkan serta untuk memperkuat penerapan standar kualitas konstruksi, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta prinsip good corporate governance (GCG).
Selama kunjungan tersebut, Isra mengamati kemajuan pekerjaan struktur, pengendalian mutu, penerapan K3, dan strategi percepatan yang diterapkan di lapangan. Ia menyatakan, “Pembangunan kawasan legislatif di Ibu Kota Nusantara merupakan proyek strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan di masa depan. Karena itu, setiap tahapan pekerjaan harus dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, dan tata kelola yang baik. Saya mengapresiasi seluruh insan proyek yang terus menjaga komitmen tersebut.”
Detail Proyek dan Progres Pembangunan
Proyek Bangunan Gedung dan Kawasan DPR Paket I dikerjakan oleh Waskita-Abipraya KSO untuk Otorita Ibu Kota Nusantara. Pembangunan dimulai pada 4 Desember 2025 dengan masa pelaksanaan selama 750 hari kalender, dan ditargetkan selesai pada Desember 2027. Lingkup pekerjaan mencakup pembangunan tiga gedung utama, yaitu Gedung A, Gedung B1, dan Gedung C1, serta penataan kawasan pendukung yang meliputi jalan kawasan, sistem utilitas, drainase, lanskap, dan infrastruktur penunjang lainnya.
Hingga pekan ke-33, progres pekerjaan fondasi yang meliputi galian, timbunan, bored pile, dan soldier pile terus dipercepat. Pada waktu yang sama, pekerjaan pile cap, pelat lantai, dan struktur bangunan mulai memasuki tahapan konstruksi secara bertahap. Isra juga menekankan pentingnya koordinasi antara semua pihak terkait untuk mengantisipasi berbagai tantangan dalam pelaksanaan proyek, termasuk penyesuaian desain, kebutuhan pekerjaan tambahan, serta optimalisasi metode konstruksi agar target penyelesaian tetap dapat tercapai.
Kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan Dewan Komisaris PT Brantas Abipraya untuk memastikan bahwa proyek strategis nasional ini berjalan sesuai dengan target, sambil tetap memenuhi standar mutu, keselamatan kerja, dan tata kelola perusahaan yang baik. Melalui pembangunan kawasan DPR Paket I di IKN, Brantas Abipraya berkontribusi dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pusat pemerintahan baru yang modern dan berkelanjutan.