Olahraga

Pemerintah AS Tingkatkan Pengawasan Terhadap Kecerdasan Buatan

Amerika Serikat memperkuat pengawasan terhadap kecerdasan buatan dengan meminta perusahaan teknologi untuk memberikan akses awal ke model AI terbaru mereka. Kerja sama ini bertujuan untuk mengevaluasi...

A
Admin Fakta Lurus
10 May 2026 8 pembaca
Pemerintah AS Tingkatkan Pengawasan Terhadap Kecerdasan Buatan
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah mengambil langkah untuk meningkatkan pengawasan terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI). Dalam upaya ini, mereka meminta beberapa perusahaan teknologi, termasuk Microsoft, Google, dan xAI yang didirikan oleh Elon Musk, untuk memberikan akses awal ke model-model AI terbaru mereka sebelum diluncurkan secara resmi kepada publik.

Kesepakatan ini diumumkan oleh Center for AI Standards and Innovation (CAISI) yang berada di bawah naungan Departemen Perdagangan AS pada pekan lalu. Melalui kolaborasi ini, pemerintah AS akan memperoleh akses lebih awal terhadap model-model AI baru untuk melakukan evaluasi terkait risiko yang mungkin timbul bagi keamanan nasional sebelum teknologi tersebut digunakan secara luas.

Kekhawatiran Terhadap Kemampuan AI Canggih

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran di kalangan pejabat AS mengenai kemampuan sistem AI yang semakin canggih. Salah satu model yang menjadi perhatian adalah AI Mythos buatan Anthropic, yang dianggap dapat meningkatkan kemampuan peretasan siber. CAISI menjelaskan bahwa pengujian yang dilakukan bertujuan untuk menilai berbagai potensi ancaman, mulai dari serangan siber hingga kemungkinan penyalahgunaan AI untuk kepentingan militer.

Direktur CAISI, Chris Fall, menekankan pentingnya pengukuran yang independen dan ketat untuk memahami AI mutakhir serta dampaknya terhadap keamanan nasional. Microsoft juga menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan ilmuwan pemerintah AS dalam menguji sistem AI mereka, termasuk menyelidiki kemungkinan munculnya perilaku tak terduga dari model-model AI tersebut. Selain itu, Microsoft akan mengembangkan dataset dan alur kerja bersama untuk pengujian model AI.

Kerja Sama dengan Perusahaan Teknologi Lain

Kesepakatan serupa sebelumnya juga telah dilakukan oleh Microsoft dengan AI Security Institute di Inggris. Langkah terbaru ini merupakan kelanjutan dari kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump pada Juli 2025 yang mendorong kolaborasi dengan perusahaan teknologi dalam memeriksa model AI terkait risiko keamanan nasional. Sebelumnya, pemerintah AS juga telah menjalin kerja sama dengan OpenAI dan Anthropic sejak 2024, ketika CAISI masih dikenal sebagai US AI Safety Institute pada masa pemerintahan Presiden Joe Biden.

CAISI mengungkapkan bahwa mereka telah menyelesaikan lebih dari 40 evaluasi model AI, termasuk model-model canggih yang belum dirilis untuk publik. Dalam beberapa pengujian, pengembang AI bahkan menyerahkan versi model dengan pengamanan yang lebih rendah agar pemerintah dapat lebih mudah meneliti potensi risiko terhadap keamanan nasional.

Selain itu, pada pekan lalu, Pentagon juga mengumumkan kerja sama dengan tujuh perusahaan AI untuk menghadirkan kemampuan AI canggih ke dalam jaringan rahasia Departemen Pertahanan AS. Namun, Anthropic tidak termasuk dalam daftar tersebut karena masih terlibat dalam perselisihan dengan Pentagon mengenai batasan penggunaan teknologi AI untuk kepentingan militer.

Artikel Terkait