Regional

Pemerintah Tambah Anggaran Proyek Bendungan Bagong di Trenggalek Sebesar Rp 600 Miliar

Pembangunan Bendungan Bagong di Trenggalek, Jawa Timur, menerima tambahan anggaran dari pemerintah sebesar Rp 600 miliar untuk mempercepat penyelesaian proyek yang telah dimulai sejak 2021.

R
Reyhan Arifin
30 April 2026 4 pembaca
Pemerintah Tambah Anggaran Proyek Bendungan Bagong di Trenggalek Sebesar Rp 600 Miliar
Sumber gambar: surabaya.kompas.com

TRENGGALEK, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp 600 miliar untuk proyek pembangunan Bendungan Bagong yang berlokasi di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Penambahan dana ini disampaikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Bagong, Senna Ananggadipa Adhitama, yang menyatakan bahwa langkah ini diperlukan untuk mempercepat penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah dimulai sejak tahun 2021.

“Secara total sebelumnya sekitar Rp 2,1 triliun, kemudian ada penambahan kurang lebih Rp 600 miliar,” ungkapnya pada Kamis (30/4/2026), seperti yang dilaporkan oleh Antara.

Progres Pembangunan Mencapai 60 Persen

Saat ini, progres fisik pembangunan Bendungan Bagong telah mencapai sekitar 60 persen. Pemerintah memberikan kesempatan untuk mempercepat penyelesaian proyek ini dari target awal yang ditetapkan pada tahun 2029, jika dukungan anggaran dan teknis memungkinkan.

Menurut Senna, fokus pengerjaan saat ini tertuju pada struktur utama bendungan (main dam) dan pelimpah (spillway). Hingga saat ini, serapan anggaran dari pagu awal telah mencapai sekitar 80 persen.

Kendala dalam Pembangunan

Senna menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran pada periode sebelumnya sempat mempengaruhi laju pembangunan Bendungan Bagong. Kendala utama yang dihadapi proyek ini terjadi pada tahap awal, yaitu terkait pembebasan lahan yang menghambat pekerjaan sejak kontrak ditandatangani pada tahun 2018 dan baru efektif berjalan pada tahun 2021 hingga 2022.

“Untuk lahan saat ini tinggal sekitar 2 persen, terutama pada tanah kas desa dan lahan wakaf yang masih dalam proses,” jelasnya. Mengenai kondisi di lapangan, Senna menambahkan bahwa secara teknis tidak ada kendala signifikan, termasuk masalah longsoran yang terjadi di area tertentu. “Longsoran itu karena karakter tanah, tetapi bukan kendala utama karena tidak berdampak pada struktur utama bendungan,” imbuhnya.

Bendungan Bagong dirancang untuk memiliki kapasitas tampung sekitar 17 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 200 hektare. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan dapat mendukung ketahanan air dan pertanian di wilayah Trenggalek dan sekitarnya.

Artikel Terkait