SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya berencana untuk mempercepat pelaksanaan proyek saluran drainase di Jalan Prof. Dr. Moestopo, Tambaksari, setelah kemacetan terjadi di lokasi tersebut. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial Instagram, terlihat banyak kendaraan, terutama mobil, bergerak sangat lambat hingga terhenti di jalan tersebut. Di sisi lain, terdapat lubang proyek yang berisi gorong-gorong, serta water barrier berwarna oranye yang menandakan adanya pekerjaan yang sedang berlangsung.
“PENGERJAAN GORONG-GORONG KINI SEDANG DILAKUKAN DI LAJUR KANAN JALAN PROF. DR. MOESTOPO (DEPAN RSUD DR. MOESTOPO). DIPERKIRAKAN SELESAI SEPTEMBER,” tulis akun Instagram @satgasviralsby.
Penjelasan dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga
Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Adi Gunita, mengonfirmasi bahwa proyek saluran drainase memang sedang berlangsung di area tersebut. “Mohon maaf sebelumnya memang ada sedikit gangguan terhadap pengguna jalan, terutama di daerah Jalan Prof. Dr. Moestopo,” ungkapnya saat dihubungi pada Rabu (1/7/2026).
Adi menambahkan, proyek ini merupakan pembangunan box culvert yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas saluran menuju pompa Dharmahusada, serta menyambung ke trotoar saluran di Moestopo dan Karang Menjangan. Ia menjelaskan, pembangunan saluran ini merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah banjir di Karang Menjangan. “Jadi untuk menangani masalah genangan di Karang Menjangan salah satunya itu. Proyeknya empat bulan, tapi kita kejar untuk di posisi jalan arterinya yang Moestopo itu kita percepat,” jelasnya.
Jadwal Pengerjaan dan Pengaturan Lalu Lintas
Menurut Adi, kontraktor yang mengerjakan proyek saluran drainase ini akan bekerja pada malam hari, dari pukul 21.00 WIB hingga 05.00 WIB, sesuai dengan instruksi dari pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan Surabaya. “Jadi ngapunten (maaf) pengerjaan memang kita lakukan malam hari, sesuai dengan arahan dari teman-teman Kepolisian dan dari Dinas Perhubungan,” tambahnya.
Adi juga menyatakan bahwa petugas kontraktor bersama Dinas Perhubungan akan disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas guna mengurangi kemacetan di sekitar area proyek.