BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 09:09 WIB
Berita Terkini Senin, 13 Jul 2026 03:21 WIB

Pemprov Banten Siapkan Langkah Strategis Atasi Kekeringan Akibat El Nino

13 Jul 2026, 03:21 WIB 89x dibaca 2 menit baca news.detik.com news.detik.com
G
Galih Lingga Pradipta 89x dibaca · 2 menit baca
Ilustrasi (Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Ilustrasi (Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Pemerintah Provinsi Banten tengah bersiap untuk menghadapi dampak dari fenomena El Nino yang diperkirakan dapat mengakibatkan kekeringan pada lahan pertanian. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyiapkan pompa air untuk memastikan ketersediaan air di saluran irigasi selama musim kemarau.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Arlan Marzan, menjelaskan bahwa pihaknya telah merencanakan langkah-langkah antisipatif. "Intinya, kita sudah menyiasati rencana. Kalau misalkan benar-benar terjadi kemarau panjang dan air dari sungai tidak ada, kita akan memompa air agar sampai ke irigasi sehingga pasokan air tetap terjaga," ungkapnya pada hari Minggu, 12 Juli 2026.

Upaya Memastikan Ketersediaan Air untuk Pertanian

Arlan menambahkan bahwa Pemprov Banten akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga ketersediaan air di saluran irigasi agar tanaman padi yang ditanam oleh para petani tidak mengalami gagal panen akibat kekurangan air. Lumbung padi di Provinsi Banten tersebar di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Lebak, dengan wilayah seperti Wanasalam dan Malingping, serta Kabupaten Pandeglang yang meliputi Cikeusik dan Cibaliung. "Insyaallah kita akan berbuat semaksimal mungkin agar petani mendapat air, apa pun caranya. Apa pun caranya akan kita lakukan," tuturnya.

Persiapan Pompa Air untuk Mengatasi Kekeringan

Sementara itu, Kuncoro, Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan UPTD Pengelolaan DAS Ciliman-Cisawarna, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sekitar lima unit pompa air. Ia juga berencana untuk menambah dua unit pompa lagi agar penanganan kekeringan dapat berjalan lebih lancar. "Kita akan siapkan pompa apung. Saat ini kita punya stok lima unit, memang kita butuh tujuh, tapi insyaallah nanti akan dipenuhi," ujarnya.

Kuncoro menekankan bahwa setiap musim kemarau, kekeringan sering menjadi masalah yang dihadapi. Oleh karena itu, langkah-langkah antisipasi telah disiapkan, terutama untuk wilayah Malingping. "Intinya kalau kemarau, biasanya lima bulan saja sudah kering," tambahnya.