BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 04:11 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Jumat, 14 Agt 2026 09:38 WIB

Pemulihan Kinerja BUMN: Krakatau Steel dan Kimia Farma Berhasil Balik dari Rugi ke Laba

14 Agt 2026, 09:38 WIB 23x dibaca 3 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
S
Sabrina Aulia Rahma 23x dibaca · 3 menit baca
Foto: Krakatau Steel
Foto: Krakatau Steel

Restrukturisasi serta dukungan modal mulai membuahkan hasil positif bagi beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sebelumnya mengalami kesulitan finansial. Krakatau Steel dan Kimia Farma menjadi dua contoh perusahaan yang berhasil memperbaiki kinerja mereka setelah mendapatkan bantuan dalam pengelolaan dari Danantara Indonesia.

Krakatau Steel menerima dukungan saat menghadapi tantangan operasional, termasuk insiden kebakaran yang melanda fasilitas Hot Strip Mill (HSM) 1 pada tahun 2023. Dengan adanya bantuan pendanaan dan restrukturisasi, perusahaan ini berhasil menjaga operasionalnya sekaligus memperbaiki kondisi keuangannya. Kinerja Krakatau Steel berbalik dari kerugian sekitar Rp1,74 triliun menjadi laba yang diperkirakan mencapai antara Rp150 miliar hingga Rp185 miliar. Hal ini menjadi indikator awal pemulihan bagi perusahaan baja yang berperan penting dalam rantai pasok industri nasional.

Perbaikan di Kimia Farma

Kimia Farma, yang memiliki sejarah panjang sejak tahun 1817, juga mencatatkan perbaikan yang signifikan. Perusahaan farmasi ini berhasil meraih laba sebesar Rp54,07 miliar, beralih dari kerugian sebelumnya yang mencapai Rp135,61 miliar. Perubahan kinerja ini memberikan kesempatan bagi Kimia Farma untuk melakukan restrukturisasi bisnis, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat kegiatan usaha di sektor farmasi dan layanan kesehatan.

Manajemen dan Efisiensi BUMN

Kedua perusahaan tersebut dikelola dalam portofolio Danantara melalui Danantara Asset Management (DAM), yang merupakan unit di bawah BPI Danantara yang fokus pada pengelolaan aset dan investasi BUMN. Pendekatan ini menjadikan restrukturisasi dan penataan perusahaan sebagai salah satu cara untuk mengatasi tekanan kinerja yang dihadapi oleh BUMN.

Esther Sri Astuti, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), mengungkapkan bahwa perbaikan kinerja BUMN perlu diapresiasi jika didukung oleh restrukturisasi, perampingan manajemen, dan efisiensi biaya yang terukur. Dia menekankan pentingnya transformasi dan efisiensi biaya operasional yang dilakukan secara besar-besaran untuk meningkatkan profitabilitas BUMN.

Esther juga menilai bahwa restrukturisasi yang dilakukan oleh DAM telah menunjukkan hasil yang positif pada sejumlah perusahaan, termasuk Krakatau Steel dan Kimia Farma. Dia menekankan bahwa suntikan dana dari Danantara Asset Management telah membantu kedua perusahaan tersebut berbalik dari posisi rugi menjadi laba.

Namun, peralihan dari rugi ke laba harus dilihat dalam konteks keberlanjutan kinerja. Tantangan yang dihadapi bukan hanya membalikkan posisi keuangan dalam satu periode, tetapi juga memastikan bahwa perbaikan tersebut berasal dari fundamental operasional yang lebih sehat dan dapat dipertahankan.

Selain restrukturisasi keuangan, reformasi dalam pengelolaan BUMN juga menyentuh aspek tata kelola. Salah satu langkah yang diambil adalah penerapan prinsip Business Judgment Rule (BJR), yang memberikan perlindungan kepada direksi dalam mengambil keputusan bisnis selama dilakukan dengan itikad baik dan berdasarkan informasi yang memadai.

Satya Arinanto, peneliti dari Nagara Institute, menekankan bahwa kepastian hukum sangat penting agar manajemen BUMN dapat mengambil keputusan strategis dengan tetap mempertanggungjawabkan keputusan tersebut. Penerapan BJR menjadi salah satu elemen penting dalam penguatan tata kelola BPI Danantara, memberikan ruang bagi direksi untuk mengambil keputusan bisnis dengan tetap berlandaskan kehati-hatian dan tata kelola yang baik.

Perubahan kinerja Krakatau Steel dan Kimia Farma menjadi ujian awal bagi model pengelolaan BUMN yang lebih aktif. Keberhasilan restrukturisasi akan ditentukan oleh kemampuan perusahaan untuk mempertahankan laba, memperbaiki arus kas, dan menghasilkan kinerja operasional yang berkelanjutan.