GORONTALO - Pencarian terhadap nakhoda speedboat bernama Ferdiansyah (29) yang masih dinyatakan hilang akibat kecelakaan di Teluk Tomini, Sulawesi Tengah, masih berlangsung. Tim SAR gabungan melanjutkan upaya pencarian pada Minggu (26/7/2026) setelah sebelumnya menemukan penumpang lain yang selamat pada hari Sabtu (25/7/2026).
Korban selamat terpaksa terombang-ambing di lautan tanpa adanya nakhoda di tengah gelombang tinggi dan angin kencang. Mereka ditemukan oleh Search and Rescue Unit (SRU) 3 yang menggunakan speedboat dari Sanctum Una-Una Dive Resort setelah melakukan penyisiran di jalur pelayaran yang diperkirakan dilalui speedboat tersebut.
Evakuasi Korban Selamat
Heriyanto, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Provinsi Gorontalo, mengungkapkan, "Seluruh korban kemudian dievakuasi menuju Sanctum Resort Tojo Una-Una untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut." Setelah proses evakuasi, tim SAR kembali melanjutkan pencarian di lokasi penemuan, namun Ferdiansyah belum berhasil ditemukan.
Pada hari itu, tim SAR gabungan mengerahkan tiga SRU untuk melanjutkan pencarian. SRU 1 menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 03 Gorontalo yang berangkat dari dermaga Pantai Pohon Cinta, sementara SRU 2 menggunakan KN SAR Bhisma. Heriyanto menjelaskan, "KN SAR Bhisma menuju Pelabuhan Ampana sekaligus melaksanakan pencarian di sepanjang rute pelayaran."
Kendala dalam Pencarian
SRU 3 juga beroperasi menggunakan speedboat dari Sanctum Una-Una Dive Resort untuk melakukan penyisiran di area seluas 206 nautical mile persegi. Operasi SAR melibatkan personel dari Pos SAR Marisa, KN SAR Bhisma, Polairud Marisa, Polres Pohuwato, Pos Lanal Marisa, serta tim dari Sanctum Una-Una Dive Resort. Selama pencarian, tim menghadapi tantangan berupa gelombang tinggi dan angin kencang.
Berdasarkan laporan dari BMKG, cuaca di sekitar area pencarian terpantau cerah dengan tinggi gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter dan kecepatan angin 15 hingga 20 knot. Heriyanto menambahkan, "Fokus operasi hari ini adalah menemukan satu korban yang masih dalam pencarian atas nama Ferdiansyah, selaku nahkoda speedboat."
Tim SAR terus mengoptimalkan pencarian dengan memanfaatkan seluruh personel dan peralatan yang ada, sambil tetap mengutamakan keselamatan di lapangan. Heriyanto berharap agar korban dapat segera ditemukan sehingga operasi SAR dapat diselesaikan dengan cepat. "Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah memberikan dukungan dalam pelaksanaan operasi ini," tutupnya.