BREAKING Sabtu, 13 Jun 2026 23:08 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Sabtu, 13 Jun 2026 04:01 WIB

Penelitian Mengungkap Bahaya Mikroplastik Terhadap Kesehatan Liver

13 Jun 2026, 04:01 WIB 6x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Z
Zahra Asma Nabila 6x dibaca · 3 menit baca
Penelitian Mengungkap Bahaya Mikroplastik Terhadap Kesehatan Liver
Ilustrasi. Penelitian terbaru memaparkan seberapa bahayanya mikroplastik bagi kesehatan liver. (iStockphoto/Milena Shehovtsova)

Jakarta, dalam beberapa tahun terakhir, mikroplastik telah menjadi perhatian utama karena dampak negatif yang ditimbulkannya. Selain mencemari lautan dan ekosistem lainnya, sejumlah peneliti menemukan bahwa mikroplastik dapat memperparah penyakit liver.

Mikroplastik didefinisikan sebagai potongan plastik berukuran antara 1 nanometer hingga 5 milimeter. Sebuah studi terbaru menunjukkan adanya akumulasi mikroplastik di dalam liver manusia, yang menimbulkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap kesehatan organ tersebut.

Mikroplastik dan Kerusakan Liver

Penelitian yang diterbitkan pada bulan April lalu di jurnal Nature Reviews Gastroenterology & Hepatology ini dipimpin oleh tim dari Centre of Environmental Hepatology di University of Plymouth. Penelitian ini menemukan bahwa paparan mikroplastik dan nanoplastik dapat menyebabkan stres oksidatif, peradangan, dan fibrogenesis pada hewan. Efek ini mirip dengan gejala penyakit liver tingkat lanjut pada manusia.

Shilpa Chokshi, penulis utama studi ini, menyatakan, "Sudah ada bukti kuat bahwa plastik dapat menumpuk dan menyebabkan kerusakan pada hati hewan, sehingga menimbulkan pertanyaan penting: mengapa manusia harus berbeda?" Dia juga mencatat bahwa kasus penyakit liver terus meningkat secara global, yang bertanggung jawab atas 1 dari 25 kematian di seluruh dunia.

Walaupun faktor risiko utama seperti obesitas dan konsumsi alkohol berkontribusi besar, mikroplastik juga dapat memperburuk kondisi ini. "Di dunia yang makin dipenuhi plastik, ketika plastik terkait erat dengan makanan, air, dan udara kita, paparan ini tidak hanya dapat mencapai hati tetapi juga berinteraksi dengan proses penyakit yang sudah ada dan memperburuk kerusakan," tambah Chokshi.

Dampak Mikroplastik pada Kesehatan Secara Umum

Selain ditemukan di liver, mikroplastik juga terdeteksi di berbagai organ tubuh lainnya. Manusia terus terpapar mikroplastik karena partikel ini tidak dapat dihilangkan. "Plastik tidak pernah hilang, ia hanya terurai menjadi partikel yang makin halus," ungkap Desiree LaBeaud, seorang dokter penyakit menular di Stanford Medicine.

Diperkirakan, setiap tahunnya terdapat sekitar 10 hingga 40 juta ton metrik mikroplastik yang dilepaskan ke lingkungan. Jika tren ini berlanjut, jumlah tersebut dapat berlipat ganda pada tahun 2040. Partikel mikroplastik telah ditemukan di organ dan jaringan seperti otak, jantung, ginjal, testis, lambung, kelenjar getah bening, hingga plasenta. Bahkan, partikel-partikel ini sudah terdeteksi dalam urine, ASI, air mani, dan mekonium bayi baru lahir.

LaBeaud menyatakan, "Kita dilahirkan dalam keadaan sudah tercemar." Meskipun mikroplastik tidak dapat dihindari, ada kesepakatan bahwa mengurangi paparan dapat menurunkan risiko kesehatan. "Kita semua perlu berhenti menggunakan plastik sebisa mungkin untuk melindungi kesehatan kita, terutama plastik sekali pakai," tambahnya.

Dengan akumulasi mikroplastik di berbagai organ tubuh, risiko terhadap penyakit liver dan kondisi kesehatan lainnya semakin meningkat. Penting bagi masyarakat untuk memahami bahaya ini dan mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti mengurangi penggunaan plastik dan meningkatkan kesadaran mengenai dampak mikroplastik.