BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 05:11 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Senin, 03 Agt 2026 08:24 WIB

Penelitian Mengungkap Potensi Umur Manusia Hingga 194 Tahun dengan Syarat Tertentu

03 Agt 2026, 08:24 WIB 59x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
G
Galih Lingga Pradipta 59x dibaca · 3 menit baca
Ilustrasi. Manusia ternyata bisa hidup sampai hampir dua abad. (Istockphoto/jacoblund)
Ilustrasi. Manusia ternyata bisa hidup sampai hampir dua abad. (Istockphoto/jacoblund)

Selama ini, harapan hidup manusia dianggap terbatas, dengan usia 70 tahun sering kali dijadikan patokan dalam berbagai literatur. Namun, di tengah perkembangan teknologi dan metode anti-penuaan yang marak di media sosial, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa umur manusia dapat diperpanjang, meskipun tetap terikat pada batas biologis yang ada.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal NPJ Aging memperkirakan bahwa manusia bisa hidup hingga usia 146 hingga 194 tahun jika sebagian besar proses penuaan dapat dikelola dengan baik. Namun, mutasi somatik, yang merupakan mekanisme alami dalam tubuh, tetap menjadi penghalang utama dalam pencapaian umur panjang ini.

Mengapa Penuaan Terjadi?

Penuaan merupakan salah satu misteri yang masih diteliti oleh para ilmuwan. Meskipun setiap orang mengalami penuaan, penyebab utamanya masih terus dicari. Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Cell pada tahun 2023 mengidentifikasi 12 ciri utama dari penuaan biologis, termasuk peningkatan mutasi genetik saat sel membelah dan penurunan fungsi mitokondria yang berperan dalam produksi energi sel.

Beberapa tanda penuaan dapat diperlambat, seperti pemendekan telomer yang berfungsi melindungi DNA. Meskipun ada berbagai intervensi yang dapat memperlambat proses ini, belum ada terapi yang terbukti efektif menghentikan penuaan secara keseluruhan.

Peran Mutasi Somatik dalam Usia Manusia

Dalam penelitian ini, para ilmuwan menekankan pentingnya mutasi somatik sebagai faktor yang membatasi umur manusia. Mutasi somatik adalah perubahan genetik yang terjadi pada hampir semua sel tubuh, kecuali sel reproduksi. Meskipun beberapa mutasi tidak berpengaruh signifikan, yang lainnya dapat mengganggu fungsi sel dan meningkatkan risiko kanker.

Mutasi ini akan terus menumpuk seiring bertambahnya usia, merusak fungsi organ dan mempercepat proses penuaan. Seorang ahli menjelaskan bahwa individu yang berusia 80 tahun dapat memiliki ribuan mutasi somatik di setiap sel tubuhnya, dan tubuh tidak memiliki mekanisme untuk memperbaiki kerusakan genetik yang telah terjadi.

Para peneliti juga menciptakan model matematika untuk mengukur dampak mutasi somatik terhadap umur manusia. Hasilnya menunjukkan bahwa jika semua mekanisme penuaan lainnya dapat dihilangkan, manusia diperkirakan dapat hidup antara 146 hingga 194 tahun. Meskipun angka ini hampir dua kali lipat dari rata-rata harapan hidup saat ini, tetap jauh dari konsep keabadian.

Organ yang Menjadi Titik Lemah

Penelitian juga menunjukkan bahwa tidak semua organ mengalami penuaan dengan kecepatan yang sama. Sel hati, misalnya, memiliki kemampuan untuk terus memperbarui diri, sehingga dapat bertahan lebih lama. Sebaliknya, sel otot jantung dan neuron di otak lebih rentan karena tidak dapat membelah atau beregenerasi setelah mengalami kerusakan.

Karena itu, jantung dan otak dianggap sebagai organ yang menjadi batas utama umur manusia. Penelitian ini menyoroti pentingnya menjaga kesehatan kedua organ tersebut untuk memperpanjang usia.

Strategi Memperpanjang Usia Sehat

Walaupun penelitian tentang anti-penuaan terus berkembang, para ahli sepakat bahwa cara paling efektif untuk memperpanjang usia sehat adalah melalui kebiasaan hidup yang baik. Disarankan untuk tidak merokok, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kualitas tidur, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Kebiasaan ini dapat menambah usia sehat sekitar 10 hingga 20 tahun. Menjaga kesehatan jantung dan otak juga sangat penting, dengan langkah-langkah seperti tidur yang cukup, pola makan sehat, dan aktif bergerak.