BREAKING Minggu, 16 Agt 2026 12:18 WIB
Berita Terkini Senin, 27 Jul 2026 19:33 WIB

Pengumuman Penutupan Permanen 833 Dapur Makan Bergizi Gratis oleh Kepala BGN

27 Jul 2026, 19:33 WIB 68x dibaca 2 menit baca nasional.kompas.com nasional.kompas.com
H
Hana Salsabila Zaid 68x dibaca · 2 menit baca
Pengumuman Penutupan Permanen 833 Dapur Makan Bergizi Gratis oleh Kepala BGN
nasional.kompas.com

JAKARTA - Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) pada hari Senin, 27 Juli 2026, Kepala BGN, Sudaryono, mengumumkan bahwa sebanyak 833 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dihentikan operasionalnya secara permanen. "Kami telah menemukan adanya 833 dapur yang kami suspend per hari ini," ungkap Sudaryono.

Rincian Penutupan Dapur MBG

Dapur-dapur yang ditutup tersebut tersebar di berbagai daerah, dengan rincian 98 dapur di Sumatera, 311 dapur di Jawa dan Madura, serta 424 dapur di Kalimantan hingga Papua. Sudaryono menegaskan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditutup tidak akan menerima kompensasi atau insentif, mengingat mereka telah melakukan pelanggaran dalam tata kelola. "Dapur yang di-suspend secara permanen ini itu bukan kayak yang lalu, misalnya dulu kan di-suspend tetapi tetap dibayar, kalau ini sudah di-suspend tutup, enggak dibayar. Ini betul-betul adalah suspend karena pelanggaran," jelasnya.

Penyebab Penutupan Dapur

Sudaryono, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian, menjelaskan bahwa mayoritas dapur ditutup akibat masalah terkait higienitas dan sanitasi, serta risiko keracunan makanan. "Terkait higienis, sanitasi, keracunan, kemudian kualitas yang tidak baik, tidak memenuhi standar yang kita inginkan. Kemudian IPAL-nya (Instalasi Pengolahan Air Limbah)," tambahnya.

Setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin BGN, Sudaryono menekankan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program MBG. "Kami juga membangun sebuah transparansi, sebuah cara, dan kami akan umumkan di momen berikutnya ya bagaimana publik bisa ikut terlibat mengawasi menu MBG ini, mengawasi makanan yang dibagi ini," tuturnya.

Dia juga menegaskan komitmennya untuk melakukan "bersih-bersih" di lingkungan BGN. "Kami mencoba untuk bersih-bersih, kami mencoba untuk kemudian yang melanggar kami berikan sanksi," tegasnya.