Regional

Pentingnya Mengelola Wisata di Lereng Gunung Arjuno untuk Mencegah Risiko Bencana

Walhi mengingatkan bahwa pengembangan wisata baru di lereng Gunung Arjuno dapat meningkatkan risiko bencana alam, khususnya longsor.

S
Shinta Islamadina
07 April 2026 10 pembaca
Pentingnya Mengelola Wisata di Lereng Gunung Arjuno untuk Mencegah Risiko Bencana
Sumber gambar: surabaya.kompas.com

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengungkapkan kekhawatiran mengenai pengembangan destinasi wisata baru yang berada di lereng Gunung Arjuno, Jawa Timur. Menurut analisis mereka, proyek tersebut dapat memicu risiko bencana alam, terutama longsor, yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat setempat dan pengunjung. Walhi menekankan pentingnya evaluasi lingkungan yang cermat untuk memastikan keberlanjutan dan keamanan kawasan tersebut.

Pentingnya Evaluasi Lingkungan dalam Pengembangan Wisata

Proyek wisata yang direncanakan di kawasan lereng Gunung Arjuno melibatkan berbagai infrastruktur yang dapat berdampak signifikan terhadap kondisi lingkungan. Dalam pernyataan resmi, Walhi menyebutkan bahwa penggundulan hutan dan pengrusakan lahan yang tak terencana dapat memicu ketidakstabilan tanah. “Kami mendesak pihak berwenang untuk melakukan kajian mendalam sebelum melanjutkan proyek tersebut,” ungkap Juru Bicara Walhi, dengan menyoroti bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.

Lebih lanjut, Walhi juga mengingatkan bahwa perubahan tata guna lahan di sekitar kawasan hutan tidak hanya berpotensi meningkatkan risiko bencana, tetapi juga dapat merusak ekosistem yang berfungsi menjaga keseimbangan alam. “Kegiatan pariwisata harus dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan perlindungan lingkungan,” jelas mereka.

Risiko Bencana dan Pentingnya Kesadaran Masyarakat

Berbicara mengenai potensi bencana yang mungkin terjadi, Walhi mengisyaratkan bahwa masyarakat perlu diberikan edukasi terkait risiko yang dihadapi. Kesadaran akan bahaya longsor dan dampak lingkungan dari aktivitas pariwisata harus ditingkatkan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Penting bagi kita semua untuk memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Kami berharap semua pihak, termasuk pemerintah dan pengembang, dapat bekerja sama untuk menciptakan pariwisata yang bertanggung jawab,” tambah Walhi. Pernyataan tersebut mencerminkan harapan bahwa pengembangan wisata dapat dilakukan tanpa mengabaikan faktor-faktor keselamatan dan keberlanjutan.

Dengan mempertimbangkan semua aspek tersebut, diharapkan pengelolaan wisata di lereng Gunung Arjuno dapat dilakukan dengan bijaksana. Keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan akan sangat berperan dalam mewujudkan pariwisata yang aman dan berkelanjutan.

Dalam kesimpulannya, Walhi menegaskan bahwa penting untuk menilai kembali proyeksi pengembangan wisata agar tidak berujung pada risiko bencana yang lebih besar. Semua pihak diharapkan untuk lebih peka terhadap isu lingkungan agar pengelolaan sumber daya alam dapat berjalan seimbang dengan kebutuhan masyarakat.

Tidak ada tag untuk artikel ini

Artikel Terkait