BREAKING Senin, 15 Jun 2026 15:46 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Kamis, 11 Jun 2026 21:54 WIB

Pentingnya Pap Smear untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

11 Jun 2026, 21:54 WIB 11x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
S
Sabrina Aulia Rahma 11x dibaca · 3 menit baca
Pentingnya Pap Smear untuk Deteksi Dini Kanker Serviks
Ilustrasi. (Foto: iStock/Ivan-balvan).

Jakarta, CNN Indonesia -- Pap smear menjadi salah satu metode penting dalam mendeteksi kanker serviks lebih awal, sebelum gejala mulai muncul. Proses ini dilakukan dengan mengambil sampel sel dari permukaan leher rahim (serviks) menggunakan alat khusus, yang kemudian diperiksa di laboratorium. Bersama dengan tes HPV DNA, pap smear direkomendasikan sebagai metode skrining kanker serviks oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan American Cancer Society berdasarkan pedoman terbaru.

Pemeriksaan ini sangat penting mengingat kanker serviks masih menjadi salah satu jenis kanker dengan angka kejadian tertinggi di kalangan perempuan di Indonesia. Setiap harinya, sekitar 56 perempuan di Indonesia meninggal dunia akibat penyakit ini. Ironisnya, sekitar 70 persen dari kasus baru terdiagnosis ketika sudah berada pada stadium lanjut, karena banyak pasien yang tidak menjalani skrining secara rutin.

Peluang Kesembuhan yang Lebih Tinggi

Peluang untuk sembuh dari kanker serviks akan jauh lebih besar jika penyakit ini terdeteksi lebih awal. Tingkat harapan hidup lima tahun bagi pasien yang terdiagnosis pada stadium awal dapat mencapai lebih dari 90 persen. Beberapa negara yang menerapkan program skrining terorganisir, seperti Islandia dan Finlandia, bahkan berhasil menurunkan angka kematian akibat kanker serviks hingga 80 persen.

Faktor Risiko dan Jadwal Pemeriksaan

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Onkologi Kandungan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Dr. dr. Tricia Dewi Anggraeni, SpOG(K) Subs.Onk, menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker serviks. Faktor-faktor tersebut meliputi memiliki banyak pasangan seksual atau berganti-ganti pasangan, melakukan aktivitas seksual pada usia dini, memiliki riwayat infeksi menular seksual, kurang menjaga kebersihan organ intim, serta kebiasaan merokok.

"Memiliki satu atau lebih faktor risiko di atas bukan berarti pasti terkena kanker serviks. Namun, semakin banyak faktor yang dimiliki, semakin penting untuk melakukan pap smear secara rutin," jelasnya. Jadwal pemeriksaan pap smear sebaiknya disesuaikan dengan usia. Perempuan berusia 21 hingga 29 tahun dianjurkan untuk menjalani pap smear setiap tiga tahun. Sementara itu, bagi mereka yang berusia 30 hingga 64 tahun, pemeriksaan dapat dilakukan setiap tiga tahun atau dikombinasikan dengan tes HPV DNA setiap lima tahun. Untuk perempuan di atas 65 tahun, kebutuhan skrining harus ditentukan berdasarkan rekomendasi dokter.

Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat mengidentifikasi perubahan sel abnormal yang berpotensi berkembang menjadi kanker. Dalam kondisi normal, serviks terlihat sehat tanpa adanya luka. Namun, seiring dengan perkembangan penyakit, perubahan jaringan mulai terjadi meskipun sering kali tidak menimbulkan keluhan. Pada stadium lanjut, permukaan serviks dapat menjadi rapuh dan mudah berdarah saat disentuh. Pada stadium akhir, kanker dapat menyebar ke luar serviks hingga jaringan di area panggul.

Deteksi pada stadium awal memberikan peluang kesembuhan yang jauh lebih besar, yang menjadi alasan utama mengapa pap smear secara rutin sangat dianjurkan.