BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 05:08 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Sabtu, 25 Jul 2026 19:25 WIB

Pentingnya Pendekatan Komprehensif dalam Pencegahan Penyakit Dengue

25 Jul 2026, 19:25 WIB 63x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
K
Komang Yoga 63x dibaca · 3 menit baca
Ilustrasi. Waspada dengue, tak hanya bisa dicegah dengan 3M vaksinasi tetap penting. (iStockphoto)
Ilustrasi. Waspada dengue, tak hanya bisa dicegah dengan 3M vaksinasi tetap penting. (iStockphoto)

Dengue tidak lagi bisa dipandang sebagai penyakit yang hanya muncul di musim hujan. Di Indonesia, risiko penularan penyakit ini kini terjadi sepanjang tahun, sehingga upaya pencegahan harus dilakukan secara konsisten dan tidak hanya saat kasus meningkat. Para ahli berpendapat bahwa pendekatan dalam pengendalian dengue perlu mengalami perubahan.

Selama ini, masyarakat mengenal gerakan 3M Plus sebagai langkah utama untuk mencegah penyebaran nyamuk penyebab dengue. Namun, dengan tingginya angka kasus dan dampak yang ditimbulkan, pencegahan perlu dilakukan dengan cara yang lebih komprehensif. Sri Rezeki Hadinegoro, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menyatakan bahwa ancaman dengue tidak bisa lagi dihadapi dengan satu atau dua metode pencegahan konvensional.

Strategi Pencegahan yang Terintegrasi

Menurut Sri, strategi pencegahan harus mengintegrasikan pengendalian vektor nyamuk, memperkuat diagnosis dini di fasilitas kesehatan, serta mengadopsi intervensi medis inovatif seperti vaksinasi. Ia menekankan, "Hanya melalui upaya komprehensif inilah kita dapat membangun perlindungan yang kuat bagi anak-anak dan masyarakat luas dari dengue."

Ancaman dengue di Indonesia memang masih signifikan. Sebuah studi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkirakan bahwa pada tahun 2024, beban ekonomi akibat dengue dapat mencapai sekitar USD550,9 juta atau hampir Rp9 triliun. Pada periode yang sama, penyakit ini diperkirakan akan menyebabkan lebih dari 2 juta kasus rawat inap di Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa dengue bukan hanya sekadar masalah tingginya angka kasus, tetapi telah menjadi isu kesehatan masyarakat yang berdampak luas terhadap sistem kesehatan dan kehidupan keluarga.

Pentingnya Vaksinasi dalam Pengendalian Dengue

Dalam strategi pencegahan yang lebih menyeluruh, vaksinasi dengue kini mulai dianggap sebagai salah satu intervensi yang dapat melengkapi upaya pengendalian penyakit. Jarir At Thobari, Guru Besar Departemen Farmakologi dan Terapi, menjelaskan hasil kajian pemodelan ekonomi kesehatan yang dipresentasikan pada 9th Asia Dengue Summit 2026 di Singapura. Pemodelan tersebut menunjukkan bahwa penerapan vaksinasi dengue di Indonesia diproyeksikan dapat menurunkan kasus dengue bergejala, angka rawat inap, dan kematian selama 20 tahun ke depan.

Kajian tersebut juga memperkirakan penurunan beban penyakit sebesar 1,1 juta hingga 1,3 juta Disability-Adjusted Life Years (DALY), yang merupakan ukuran hilangnya tahun kehidupan sehat akibat penyakit, kecacatan, atau kematian dini. Jarir menambahkan bahwa manfaat vaksinasi tidak hanya dilihat dari segi kesehatan, tetapi juga dari penghematan biaya yang harus ditanggung oleh keluarga serta berkurangnya kehilangan produktivitas. Penerapan vaksinasi dengue diperkirakan dapat menghasilkan penghematan biaya sebesar USD329 juta hingga USD731 juta atau sekitar Rp5,2 triliun hingga Rp11,5 triliun dalam waktu 20 tahun.

Untuk memperkuat upaya pencegahan dengue di Indonesia, PT Takeda Innovative Medicines terus melakukan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, organisasi profesi, tenaga kesehatan, sektor pendidikan, dan media. Kolaborasi ini dilakukan melalui edukasi berkelanjutan dan dukungan terhadap upaya pencegahan dengue yang lebih komprehensif.

Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, mengungkapkan bahwa seluruh masyarakat berisiko terinfeksi virus dengue dan dalam beberapa kasus, penyakit ini dapat berkembang menjadi kondisi yang serius. Ia menekankan pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang risiko dengue serta langkah-langkah perlindungan yang harus diambil sejak dini.

Rismala Dewi, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang DKI Jakarta, menambahkan bahwa dengue tetap menjadi tantangan kesehatan yang harus dihadapi bersama. Ia menyatakan bahwa dokter anak memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada orang tua, mendorong deteksi dini, serta membantu keluarga memahami langkah-langkah perlindungan untuk mengurangi risiko dan dampak dengue pada anak-anak.