Olahraga

Penurunan Harga RAM di China: Distributor Lakukan "Cuci Gudang" di Tengah Krisis Memori Global

Di tengah lonjakan harga RAM secara global, pasar di China mengalami fenomena unik dengan distributor yang melakukan "cuci gudang", mengakibatkan penurunan harga modul RAM DDR5 secara signifikan.

A
Admin Fakta Lurus
03 May 2026 8 pembaca
Penurunan Harga RAM di China: Distributor Lakukan "Cuci Gudang" di Tengah Krisis Memori Global
Sumber gambar: tekno.kompas.com

KOMPAS.com – Dalam situasi krisis memori global yang menyebabkan lonjakan harga RAM, pasar di China justru menunjukkan perkembangan yang berbeda. Distributor-distributor di negara tersebut melakukan aksi "cuci gudang" yang berujung pada penurunan harga RAM, terutama modul DDR5, secara signifikan pada pekan terakhir bulan April lalu.

Di pasar China, harga untuk modul DDR5 SO-DIMM berkapasitas 16 GB dilaporkan turun dari sekitar 1.759 yuan (sekitar Rp 4,3 juta) menjadi 1.159 yuan (sekitar Rp 2,8 juta). Penurunan harga ini mencapai sekitar 34 persen jika dibandingkan dengan bulan Februari 2026. Ini bukanlah penurunan harga yang pertama kali terjadi dalam waktu dekat; pada pertengahan April, harga kit DDR5 berkapasitas 32 GB juga mengalami penurunan hingga 30 persen, sedangkan modul DDR4 dengan kapasitas 8 GB dan 16 GB turun hingga 25 persen.

Fenomena Cuci Gudang oleh Distributor

Langkah distributor untuk melepas stok ini disebabkan oleh melemahnya pasar. Vendor-vendor kecil tidak lagi mampu membeli RAM dengan harga yang tinggi, sementara permintaan dari konsumen PC rumahan juga mengalami penurunan. Selain itu, kepanikan di pasar dipicu oleh inovasi dari Google yang memperkenalkan teknologi kompresi memori bernama "TurboQuant". Teknologi ini diklaim dapat mengurangi penggunaan memori hingga enam kali lipat untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI), yang membuat para penimbun khawatir akan penurunan permintaan dari pusat data besar.

Para distributor bergegas menjual stok mereka sebelum harga jatuh lebih jauh. Meskipun demikian, harga RAM saat ini masih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi normal. Pada periode yang sama tahun lalu, modul yang serupa hanya dijual sekitar 246 yuan atau sekitar Rp 600 ribuan. Dengan kata lain, meskipun terjadi penurunan harga, harga DDR5 masih hampir lima kali lipat lebih mahal dibandingkan tahun lalu.

Tren Penurunan Harga di Pasar Global

Tren penurunan harga juga terlihat di pasar internasional. Di Jerman, harga DDR5 mengalami penurunan sekitar 7 persen pada bulan Maret, sementara di Amerika Serikat, kit DDR5 32 GB dari Corsair dilaporkan turun hingga 20 persen. Namun, secara umum, harga memori masih berada di level 4 hingga 5 kali lebih tinggi dibandingkan sebelum lonjakan besar yang disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan industri AI.

Kondisi ini terjadi karena produsen memori lebih memprioritaskan pasokan untuk pusat data ketimbang pasar konsumen, sehingga suplai untuk PC dan laptop menjadi terbatas. Meskipun harga di pasar spot mulai turun akibat aksi cuci gudang, konsumen belum tentu merasakan dampaknya pada harga laptop atau PC rakitan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa produsen besar biasanya membeli RAM melalui kontrak jangka panjang, bukan berdasarkan harga harian di pasar bebas.

Menurut proyeksi analis, harga memori di pasar kontrak masih akan mengalami kenaikan, dengan DRAM diperkirakan melonjak hingga 63 persen, sementara NAND Flash dapat meningkat hingga 75 persen pada kuartal kedua tahun 2026.

Artikel Terkait