BREAKING Senin, 17 Agt 2026 08:50 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Senin, 18 Mei 2026 10:07 WIB

Penutupan Jalan Honggowongso Semarang Selama 45 Hari Akibat Jembatan Ambles

18 Mei 2026, 10:07 WIB 36x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
A
Almira Rara Susanti 36x dibaca · 2 menit baca
Penutupan Jalan Honggowongso Semarang Selama 45 Hari Akibat Jembatan Ambles
regional.kompas.com

SEMARANG - Perbaikan jembatan yang ambles di Jalan Honggowongso, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, diperkirakan memakan waktu hingga 45 hari. Jembatan tersebut ambles pada hari Jumat, 15 Mei 2026, saat hujan deras melanda kawasan tersebut.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyatakan optimisme bahwa target penyelesaian dalam waktu 45 hari dapat tercapai, asalkan semua proses berjalan dengan baik. "Karena pengerjaan ini memakan waktu, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini," ungkapnya pada Senin, 18 Mei 2026.

Imbauan untuk Mencari Rute Alternatif

Mengingat penutupan jalan yang cukup lama, masyarakat diimbau untuk proaktif dalam mencari dan memanfaatkan rute alternatif yang ada demi menghindari kemacetan kendaraan. "Sangat mengharapkan kerja sama warga sekitar serta pengguna jalan untuk beralih ke jalur alternatif sementara waktu demi kelancaran aktivitas bersama," tambah Agustina.

Untuk menjamin keselamatan pengguna jalan dan menghindari risiko bagi masyarakat sekitar, akses jalan di area yang terdampak telah ditutup sepenuhnya. "Begitu menerima laporan amblesnya jembatan di Jalan Honggowongso pada Jumat lalu, kami langsung menginstruksikan tim bersama Lurah Purwoyoso untuk mengamankan lokasi," jelasnya.

Rencana Penanganan Jembatan

Agustina menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, sehingga penutupan jalur tersebut dilaksanakan. "Agar tidak ada masyarakat yang melintas di area berbahaya tersebut," lanjutnya.

Untuk memulihkan mobilitas di wilayah Ngaliyan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) telah menyusun rencana penanganan yang komprehensif. Rencana tersebut mencakup rekonstruksi jembatan, pembangunan kembali dinding sayap yang runtuh, serta perbaikan bantalan jalan yang juga mengalami ambles.

"DPU sudah memetakan fokus perbaikan, mulai dari penguatan struktur utama jembatan, dinding sayap, hingga pemulihan akses jalannya," kata Agustina.

Sebagai langkah awal pelaksanaan fisik di lapangan, alat berat berupa ekskavator dijadwalkan tiba di lokasi pada Senin, 18 Mei 2026, untuk memulai pengerjaan tanah dan pembersihan puing. "Kami tidak ingin menunda-nunda, sehingga besok Senin, ekskavator akan langsung diterjunkan ke Purwoyoso untuk memulai pengerjaan fisik secara masif," tambahnya.