Sariawan mungkin tampak sebagai masalah sepele, tetapi ketika luka di mulut muncul secara berulang, hal ini dapat menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Terutama jika anak mengalami kesulitan saat makan, minum, atau mengeluh nyeri ketika sariawan muncul kembali.
Kekurangan Nutrisi Tertentu
Salah satu penyebab sariawan berulang adalah kekurangan nutrisi tertentu. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Dermatology and Venereology menunjukkan adanya kemungkinan hubungan antara sariawan berulang, yang dikenal sebagai recurrent aphthous stomatitis (RAS), dengan defisiensi beberapa nutrisi, terutama vitamin B12, folat, dan zat besi. Dalam studi tersebut, kadar vitamin B12 ditemukan lebih rendah secara signifikan pada pasien RAS dibandingkan dengan kelompok sehat, sementara tidak ada perbedaan signifikan pada parameter lainnya.
Dampak Stres
Stres juga dapat menjadi faktor yang mempengaruhi munculnya sariawan pada anak. Anak-anak mungkin tidak selalu mampu mengungkapkan perasaan mereka ketika mengalami tekanan. Perubahan dalam rutinitas, masalah di sekolah, atau konflik dengan teman dapat menyebabkan kecemasan yang berdampak pada kesehatan mereka. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memperhatikan apakah kemunculan sariawan bertepatan dengan periode tekanan tertentu dalam kehidupan anak.
Luka atau Trauma di Mulut
Sariawan dapat muncul setelah adanya luka kecil di mulut. Pada anak-anak, luka semacam ini bisa terjadi dengan mudah, misalnya ketika bagian dalam pipi tergigit saat makan atau akibat gesekan dari sikat gigi. Luka-luka kecil ini dapat memicu sariawan, terutama pada anak yang memiliki kecenderungan mengalami RAS. Untuk mencegahnya, orang tua disarankan untuk mengawasi cara anak menyikat gigi agar tidak terlalu keras.
Faktor Genetik
Faktor genetik juga dapat berkontribusi terhadap kecenderungan anak mengalami sariawan. Penelitian dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran menunjukkan bahwa penyebab RAS bersifat multifaktor dan belum sepenuhnya dipahami. Jika ada riwayat sariawan berulang dalam keluarga, anak mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami hal yang sama.
Perubahan Hormonal dan Kondisi Tubuh
Selain faktor genetik dan nutrisi, perubahan hormonal juga dapat menjadi penyebab sariawan pada anak. Kondisi kesehatan tertentu yang dialami anak juga dapat berhubungan dengan kemunculan sariawan berulang. Oleh karena itu, jika sariawan terus muncul, berlangsung lama, atau disertai gejala lain, penting untuk tidak langsung menganggapnya sebagai akibat dari kekurangan vitamin.