BREAKING Senin, 15 Jun 2026 15:43 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Rabu, 20 Mei 2026 16:27 WIB

Penyebab Tingginya Risiko Jatuh pada Lansia di Kamar Mandi

20 Mei 2026, 16:27 WIB 20x dibaca 2 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
T
Taufik Pranata 20x dibaca · 2 menit baca
Penyebab Tingginya Risiko Jatuh pada Lansia di Kamar Mandi
Ilustrasi. Kasus jatuh di kamar mandi pada lansia terbilang banyak terjadi. Kenapa bisa demikian? (Ummu Kultsum Roihaanah)

Kamar mandi merupakan salah satu tempat di rumah yang memiliki risiko tinggi untuk terjadinya kecelakaan, terutama bagi lansia. Lantai yang licin, ruang yang terbatas, serta perubahan posisi dari duduk ke berdiri berkontribusi pada meningkatnya kemungkinan jatuh. Penelitian menunjukkan bahwa insiden jatuh ini bukan hanya sekadar kekhawatiran, melainkan menjadi salah satu penyebab utama cedera parah di kalangan orang lanjut usia.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengungkapkan bahwa jatuh adalah penyebab utama cedera fatal dan nonfatal bagi individu berusia 65 tahun ke atas. Di Amerika Serikat, hampir 39 ribu lansia kehilangan nyawa akibat jatuh di kamar mandi, dengan angka kematian mencapai sekitar 78 per 100 ribu populasi lansia. Di Indonesia, data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan bahwa sekitar 12 persen lansia mengalami jatuh dalam 12 bulan terakhir, dengan kejadian paling sering terjadi di rumah, khususnya di kamar mandi dan kamar tidur.

Faktor Penyebab Jatuh pada Lansia

Menurut Jurnal Injury Epidemiology, cedera pada lansia sering kali terjadi saat mereka masuk atau keluar dari bathtub, berdiri dari toilet, atau berpindah posisi di dalam kamar mandi. Kondisi ini diperburuk oleh permukaan keras di kamar mandi dan ruang gerak yang terbatas, sehingga benturan saat jatuh dapat menyebabkan cedera yang lebih serius. Selain luka ringan, jatuh juga dapat mengakibatkan patah tulang pinggul, cedera kepala, hilangnya kemandirian, hingga kematian.

Peningkatan Risiko Seiring Usia

Studi menunjukkan bahwa risiko jatuh semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Lansia berusia 75 hingga 85 tahun memiliki kemungkinan jatuh yang lebih tinggi karena penurunan kekuatan otot, keseimbangan, refleks, fleksibilitas, serta kemampuan penglihatan. Selain itu, riwayat jatuh sebelumnya juga menjadi faktor risiko yang signifikan. Lansia yang pernah jatuh cenderung memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami jatuh lagi, terutama jika mereka mengalami gangguan mobilitas atau keseimbangan.

CDC mencatat bahwa sekitar satu dari lima insiden jatuh pada lansia dapat menyebabkan cedera serius, seperti patah tulang atau cedera kepala, dan sekitar 10 hingga 20 persen kasus jatuh memerlukan perawatan medis. Para ahli menekankan bahwa jatuh pada lansia harus dianggap serius, terutama di lokasi yang berisiko tinggi, seperti kamar mandi.

Untuk mengurangi risiko jatuh pada lansia, terdapat beberapa langkah sederhana yang dapat diambil di rumah, seperti memasang pegangan tangan di kamar mandi, menggunakan alas antiselip, memastikan pencahayaan yang cukup, menghindari lantai yang licin, menggunakan alas kaki yang tidak mudah tergelincir, serta rutin menjaga kekuatan otot dan keseimbangan tubuh. Selain itu, penting bagi lansia untuk secara rutin memeriksa kondisi penglihatan, keseimbangan, dan efek samping dari obat-obatan tertentu yang dapat meningkatkan risiko jatuh.