BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 09:08 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Rabu, 08 Jul 2026 21:05 WIB

Peran Magnesium dalam Meningkatkan Kualitas Tidur

08 Jul 2026, 21:05 WIB 89x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Z
Zahra Asma Nabila 89x dibaca · 3 menit baca
Ilustrasi. Magnesium disebut dapat membantu tubuh lebih rileks dan mengatasi susah tidur. Benarkah demikian? (iStockphoto/Doucefleur)
Ilustrasi. Magnesium disebut dapat membantu tubuh lebih rileks dan mengatasi susah tidur. Benarkah demikian? (iStockphoto/Doucefleur)

Jakarta, CNN Indonesia -- Banyak orang yang mengalami kesulitan tidur mencoba berbagai cara untuk mendapatkan istirahat yang lebih baik. Salah satu mineral yang baru-baru ini sering dikaitkan dengan peningkatan kualitas tidur adalah magnesium. Mineral ini diyakini dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks dan mendukung fungsi sistem saraf yang mengatur pola tidur.

Magnesium berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk dalam aktivitas saraf dan otot. Hubungannya dengan tidur cukup rumit karena mineral ini terlibat dalam beberapa mekanisme yang membantu tubuh untuk beristirahat. Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature and Science of Sleep, magnesium dapat menurunkan aktivitas berlebihan dalam sistem saraf dan mendukung relaksasi otot. Selain itu, mineral ini juga berhubungan dengan ritme sirkadian atau jam biologis yang mengatur siklus tidur dan bangun.

Bagaimana Magnesium Bekerja?

Salah satu cara kerja magnesium terkait dengan GABA, yaitu zat kimia di otak yang berfungsi menenangkan aktivitas saraf. Magnesium juga dapat mengurangi aktivitas berlebihan di otak yang membuat seseorang sulit untuk rileks menjelang tidur. Selain itu, mineral ini berperan dalam produksi melatonin, hormon yang mengatur waktu tidur dan bangun. Magnesium diduga juga dapat menurunkan kadar kortisol, hormon stres, sehingga tubuh dapat lebih mudah rileks.

Hasil Penelitian Mengenai Magnesium dan Tidur

Meskipun magnesium memiliki beberapa mekanisme yang mendukung tidur, mengonsumsinya tidak menjamin seseorang akan terbebas dari insomnia. Dalam sebuah studi yang melibatkan 155 orang dewasa berusia 18 hingga 65 tahun dengan kualitas tidur yang buruk, peserta dibagi menjadi dua kelompok: satu kelompok mengonsumsi magnesium bisglycinate dan kelompok lainnya menerima plasebo. Kelompok yang mengonsumsi magnesium mendapatkan suplemen dengan dosis 250 miligram setiap hari, yang diminum 30-60 menit sebelum tidur selama empat minggu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang mengonsumsi magnesium mengalami penurunan yang lebih signifikan pada skor Indeks Keparahan Insomnia dibandingkan dengan kelompok plasebo. Namun, peneliti mencatat bahwa efek yang ditemukan tergolong kecil. Manfaat magnesium terlihat lebih besar pada peserta yang sebelumnya memiliki asupan magnesium rendah, menunjukkan potensi mineral ini dalam membantu sebagian orang dengan kualitas tidur yang buruk.

Namun, penting untuk dicatat bahwa penelitian ini mengukur kualitas tidur berdasarkan laporan peserta, bukan melalui pemeriksaan tidur secara langsung. Oleh karena itu, meskipun magnesium dapat membantu, tidak semua orang akan merasakan manfaat yang sama. Magnesium lebih tepat dipahami sebagai mineral yang mendukung proses tidur, bukan sebagai obat insomnia yang dapat membuat seseorang langsung terlelap.

Manfaat magnesium mungkin lebih terasa bagi mereka yang memiliki asupan magnesium rendah atau kualitas tidur yang buruk. Namun, jika gangguan tidur disebabkan oleh kondisi lain seperti sleep apnea, stres kronis, kecemasan berat, depresi, konsumsi kafein berlebihan, atau pola tidur yang tidak teratur, maka hanya mengandalkan asupan magnesium mungkin tidak cukup untuk mengatasi masalah tersebut. Magnesium dapat membantu tubuh lebih siap untuk beristirahat, tetapi bukan solusi instan untuk tidur yang nyenyak, terutama jika penyebab utama gangguan tidur belum diatasi.