Kesehatan

Perbedaan Hantavirus di Indonesia dan di Kapal Pesiar MV Hondius

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengonfirmasi bahwa Hantavirus yang terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius berbeda dari yang ada di Indonesia. Hantavirus di MV Hondius adalah strain Andes yang...

I
Ilham Saputra
12 May 2026 6 pembaca
Perbedaan Hantavirus di Indonesia dan di Kapal Pesiar MV Hondius
Ilustrasi. Kemenkes menegaskan, jenis Hantavirus yang ditemukan mewabah di kapal pesir MV Hondius berbeda dengan yang pernah ada di Indonesia. (AFP)

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menegaskan bahwa jenis Hantavirus yang mewabah di kapal pesiar MV Hondius berbeda dengan yang ada di Indonesia. Hantavirus yang ditemukan di MV Hondius adalah strain virus Andes, yang menyebabkan penyakit Hantavirus pulmonary syndrome (HPS).

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Andi Saguni, dalam konferensi pers pada Senin (11/5), menyatakan, "Tipe HPS ini belum dilaporkan di Indonesia, baik pada manusia maupun tikus." Ia juga menjelaskan bahwa Hantavirus yang ada di Indonesia adalah penyebab hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS).

Perbedaan Hantavirus Penyebab HPS dan HFRS

Meskipun kedua jenis Hantavirus tersebut memiliki kesamaan, terdapat beberapa perbedaan yang mencolok. Perbedaan ini dapat dilihat dari berbagai aspek, termasuk jenis strain virus, gejala yang ditimbulkan, serta hewan pembawa virus tersebut.

Hantavirus penyebab HPS yang terdapat di MV Hondius berasal dari strain virus Andes, sedangkan Hantavirus penyebab HFRS yang ada di Indonesia adalah strain Seoul.

Gejala dan Jenis Tikus Pembawa

Kedua jenis Hantavirus ini menimbulkan demam, mirip dengan penyakit infeksi lainnya, namun ada gejala khas yang membedakan keduanya. Gejala utama HPS termasuk gangguan pernapasan yang parah. Selain demam dan masalah pernapasan, pasien dapat mengalami nyeri otot, sakit kepala, mual, muntah, diare, batuk, dan detak jantung yang tidak teratur.

Sementara itu, HFRS ditandai dengan gejala khas seperti menguningnya tubuh akibat serangan pada ginjal. Menurut CDC, gejala lain yang mungkin muncul termasuk sakit kepala hebat, nyeri punggung dan perut, mual, serta penglihatan kabur. Pasien juga dapat mengalami wajah yang memerah dan ruam.

Di Indonesia, virus ini ditularkan oleh Rattus norvegicus atau tikus got dengan strain Seoul virus. Sebaliknya, Andes virus yang ditemukan di Amerika disebarkan oleh tikus liat dari jenis Oligoryzomys longicaudatus.

Belakangan ini, Hantavirus menjadi perhatian publik setelah terjadinya wabah di kapal pesiar MV Hondius pada awal Mei. Hingga Minggu (10/5), tercatat enam kasus positif dan tiga kematian akibat Hantavirus. Dengan angka kematian mencapai 37,5 persen, HPS tergolong lebih fatal dibandingkan dengan jenis yang pernah terdeteksi di Indonesia.

Kemenkes RI mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan guna menghindari paparan dari sekresi tikus.

Artikel Terkait