Banyak orang tua beranggapan bahwa tinggi badan anak semata-mata ditentukan oleh seberapa banyak makanan yang dikonsumsi. Ketika anak tampak lebih pendek dibandingkan teman-teman sebayanya, perhatian orang tua seringkali tertuju pada susu, vitamin, atau peningkatan porsi makan. Namun, pertumbuhan anak juga dipengaruhi oleh faktor lain yang sering diabaikan, yaitu kualitas tidur. Lalu, seberapa besar pengaruh tidur terhadap tinggi badan anak?
Peran Hormon Pertumbuhan Saat Tidur
Tidur bukan hanya sekadar waktu bagi tubuh untuk beristirahat. Ketika anak memasuki fase tidur nyenyak, tubuh melakukan berbagai proses penting, termasuk pelepasan hormon pertumbuhan. Sebuah studi oleh Marco Zaffanello dan rekan-rekannya yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Endocrinology pada tahun 2024 menunjukkan bahwa sebagian besar hormon pertumbuhan dilepaskan pada awal tidur malam, ketika anak berada dalam fase tidur yang paling dalam. Hormon ini memiliki peran krusial dalam pembentukan tulang, otot, dan jaringan tubuh lainnya yang mendukung pertumbuhan tinggi badan. Dengan demikian, tidur yang terlalu singkat atau sering terganggu dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk memproduksi hormon pertumbuhan secara optimal.
Kebutuhan Nutrisi yang Penting
Walaupun tidur memiliki peran yang signifikan, anak tetap memerlukan asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhannya. Mengacu pada studi oleh Esteban Puentes dan koleganya yang dipublikasikan dalam jurnal Economics and Human Biology pada tahun 2016, asupan protein pada anak berusia 6 hingga 24 bulan memiliki hubungan positif dengan pertumbuhan tinggi badan. Protein sangat penting untuk membangun jaringan baru, memperkuat tulang, serta mendukung berbagai proses pertumbuhan yang dipicu oleh hormon pertumbuhan. Meskipun hormon pertumbuhan memberikan sinyal untuk pertumbuhan, proses tersebut tidak akan berjalan dengan baik jika tubuh kekurangan nutrisi yang diperlukan.
Keterkaitan antara Tidur dan Nutrisi
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tidak tepat untuk menyatakan bahwa tinggi badan anak lebih dipengaruhi oleh tidur dibandingkan makanan, atau sebaliknya. Keduanya saling melengkapi. Tidur yang berkualitas membantu tubuh memproduksi hormon pertumbuhan secara optimal, sementara nutrisi menyediakan zat gizi yang diperlukan agar tulang dan jaringan tubuh dapat berkembang dengan baik. Oleh karena itu, anak yang sudah mendapatkan asupan makanan yang cukup tetapi kurang tidur tetap berisiko mengalami gangguan pertumbuhan. Sebaliknya, tidur yang cukup tidak akan memberikan dampak besar jika kebutuhan nutrisi harian tidak terpenuhi.
Selain itu, tinggi badan anak juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lainnya, seperti genetik, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Faktor keturunan memang menentukan potensi tinggi badan seseorang, namun potensi tersebut tetap dipengaruhi oleh lingkungan, termasuk pola makan, kualitas tidur, dan gaya hidup selama masa pertumbuhan. Mencukupi kebutuhan protein, memastikan anak tidur cukup setiap malam, rutin beraktivitas fisik, serta menjaga kesehatan secara umum merupakan kombinasi yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan tinggi badan.
Jika anak sudah mendapatkan asupan makanan yang baik tetapi pertumbuhannya tampak lebih lambat dibandingkan anak seusianya, penting untuk mulai memperhatikan pola tidurnya. Pertumbuhan anak tidak hanya terjadi di meja makan, tetapi juga saat mereka tertidur lelap di malam hari.