BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 07:08 WIB
Berita Terkini Minggu, 02 Agt 2026 20:20 WIB

Perjuangan Anak Petani Banyumas Menjadi Lulusan Unggulan IPDN

02 Agt 2026, 20:20 WIB 57x dibaca 2 menit baca news.detik.com news.detik.com
B
Bima Mandala Sakti 57x dibaca · 2 menit baca
Foto: dok. Kemendagri
Foto: dok. Kemendagri

Jakarta - Di balik seragam putih yang dikenakan saat pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), terdapat kisah inspiratif dari Mohamad Toriq Anwar, seorang anak petani asal Banyumas. Berkat usaha dan dedikasinya, Toriq berhasil menjadi salah satu lulusan terbaik IPDN Tahun 2026. Atas prestasinya, ia terpilih sebagai salah satu dari tiga Purna Praja yang mendapatkan kehormatan disematkan tanda pangkat Pamong Praja Muda oleh Presiden Prabowo Subianto.

Toriq merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dalam keluarga yang sederhana. Orang tuanya bekerja sebagai petani dan peternak bebek, serta menjual telur bebek ke warung-warung di sekitar tempat tinggal mereka. Sementara itu, kakaknya bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik kayu yang tidak jauh dari rumah mereka.

Tekad untuk Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga

Dengan tekad untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya, Toriq mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN pada tahun 2022. "Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan peringkat 2 pada hasil akhir tesnya di Provinsi Jawa Tengah untuk di IPDN sendiri karena memang merupakan sekolah kedinasan yang ikatan dinas, di dalamnya kita dibiayai oleh negara baik biaya hidup maupun biaya pendidikan," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Selama proses seleksi, Toriq menghadapi tantangan keterbatasan biaya untuk mengikuti SPCP IPDN. Jarak antara Banyumas dan Semarang, tempat pelaksanaan seleksi, membuat keluarganya harus berjuang keras untuk menyediakan biaya transportasi dan kebutuhan administrasi. "Tesnya dilaksanakan di Semarang, sementara saya berasal dari Kabupaten Banyumas, yang letaknya itu sekitar 4 atau 5 jam dari rumah saya, jadi saya tentu harus menyediakan biaya untuk transport, ataupun untuk berkas juga. Nah, saat itu kadang orang tua saya tidak mempunyai biaya untuk itu," jelasnya.

Mewujudkan Impian Melalui Seleksi yang Ketat

Perjuangan Toriq akhirnya membuahkan hasil yang manis. Ia berhasil melewati seluruh tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), pemeriksaan kesehatan, psikotes, hingga tes kesamaptaan. Ia mencatatkan nilai SKD sekitar 455 dan menjadi peringkat pertama di sesi seleksinya, sebelum akhirnya meraih peringkat kedua dalam hasil akhir seleksi Provinsi Jawa Tengah.

"Saya merasa sangat bangga dan bisa menjadi salah satu dari tiga orang perwakilan penyematan yang disematkan langsung oleh Presiden, merupakan suatu pengalaman yang sangat-sangat membanggakan, suatu mimpi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Jadi Alhamdulillah," ungkapnya.

Pengalaman tersebut semakin menguatkan tekadnya untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara sebagai aparatur pemerintah. "Kami siap mengabdi. Kami siap memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa ini demi mewujudkan Indonesia Emas 2045," pungkasnya.

Simak juga Video Prabowo ke Lulusan IPDN: Gak Boleh Sekali-sekali Jadi Pemimpin Sombong.