Kardi, seorang pengrajin caping asal Indramayu, telah menjalani profesinya selama 39 tahun, menghadapi berbagai tantangan akibat perubahan zaman. Di tengah arus modernisasi, ia tetap setia pada kerajinan tradisional yang telah menjadi bagian dari identitas daerahnya.
Perjalanan Kardi dalam Mempertahankan Tradisi
Sejak awal karirnya, Kardi telah berkomitmen untuk melestarikan seni membuat caping, yang merupakan topi tradisional dari anyaman bambu. Meskipun banyak produk modern yang bermunculan, Kardi tetap berusaha untuk mempertahankan teknik dan kualitas kerajinan yang telah diwariskan oleh para pendahulunya. Ia percaya bahwa caping bukan hanya sekadar aksesori, tetapi juga simbol budaya yang harus dijaga.
Menghadapi Tantangan dan Harapan di Masa Depan
Di tengah tantangan yang ada, Kardi berharap agar generasi muda mau belajar dan melanjutkan tradisi ini. Ia ingin agar kerajinan caping tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri, sehingga warisan budaya ini dapat terus hidup dan berkembang.