BANDA ACEH - Fadhlullah, yang menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh, mengingatkan kepada masyarakat yang berkumpul di Masjid Raya Baiturrahman (MRB) untuk senantiasa menjaga suasana damai. Pernyataan tersebut disampaikan Dek Fadh saat menjawab pertanyaan media mengenai insiden kericuhan yang melibatkan massa dan aparat TNI-Polri di lokasi tersebut. "Perdamaian yang berkelanjutan, tidak ada keuntungan dalam keributan, kami ini semua adalah pelaku sejarah," ujarnya usai menghadiri acara peringatan Hari Damai di gedung Balai Meuseuraya Aceh (BMA) pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Refleksi Sejarah dan Dampak Konflik
Dalam kesempatan tersebut, Dek Fadh, yang merupakan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), menekankan bahwa konflik yang telah berlangsung tidak memberikan manfaat bagi siapapun. "Jadi, pertarungan (TNI-GAM) tidak ada keuntungan bagi kita semua," tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dampak dari konflik yang berkepanjangan telah menghambat pertumbuhan ekonomi di Aceh. "Di saat provinsi lain telah bisa bangkit dan berlari, kita masih baru lahir untuk menata diri," katanya. Dek Fadh mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga perdamaian di Aceh agar daerah ini dapat bangkit dan berkembang lebih baik.
Panggilan untuk Musyawarah
Setelah mengikuti acara peringatan, Dek Fadh terlihat menemui massa aksi di MRB dan melaksanakan ibadah salat zuhur di sana. Di hadapan warga, ia mengajak semua orang untuk duduk bersama dan mendiskusikan permasalahan yang ada. "Ini rumah Allah, masjid. Kita duduk, kita bicarakan," tuturnya.
Dengan pernyataan tersebut, Dek Fadh berharap agar masyarakat dapat bersatu dalam menjaga kedamaian dan menciptakan kondisi yang lebih baik bagi Aceh ke depan.