BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 05:10 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Rabu, 12 Agt 2026 00:27 WIB

Pertumbuhan Laba BUMN Mencapai Angka Mencolok, Beberapa Naik Hingga 804 Persen

12 Agt 2026, 00:27 WIB 54x dibaca 3 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
S
Shinta Islamadina 54x dibaca · 3 menit baca
Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi
Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi

Sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) melaporkan peningkatan laba yang signifikan pada semester pertama tahun 2026, termasuk perusahaan-perusahaan yang sebelumnya menghadapi tantangan dalam kinerja. Pencapaian ini mencerminkan adanya perbaikan di berbagai sektor BUMN dan menjadi langkah awal dalam menguji konsolidasi serta transformasi yang dilaksanakan di bawah Danantara.

Kinerja Positif BUMN Teratas

Toto Pranoto, Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI, menyatakan bahwa kinerja yang positif masih terlihat pada sejumlah BUMN terkemuka yang selama ini berperan sebagai penggerak utama pendapatan dan laba perusahaan negara. "Menurut saya kinerja solid masih ditunjukan BUMN blue chips yang sedari dulu menjadi motor penggerak revenue dan profit total BUMN. Misal kinerja Himbara di sektor perbankan, sektor mineral dan hasil tambang, sektor telco dan Pertamina," ungkap Toto di Jakarta.

Dia menambahkan bahwa perbaikan kinerja ini dapat diperkuat melalui penataan dan konsolidasi BUMN. "Harapan saya supaya proses streamlining BUMN bisa dipercepat sehingga perbaikan kinerja bisa lebih cepat dilaksanakan," lanjutnya.

Pencapaian Laba yang Mencolok

Berdasarkan laporan keuangan semester I 2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, PT Timah mencatat pertumbuhan laba tertinggi di antara BUMN lainnya. Laba bersih perusahaan ini mencapai Rp2,71 triliun, meningkat 804,7 persen dibandingkan Rp300 miliar pada semester I 2025. Selain itu, PT Pupuk Indonesia juga mengalami kenaikan laba bersih sebesar 253 persen menjadi Rp8,51 triliun dari Rp2,41 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Di sektor semen, PT Semen Indonesia melaporkan laba Rp193,46 miliar, meningkat 196,5 persen dibandingkan Rp65,24 miliar. PT Agrinas Palma Nusantara juga mencatat laba sebesar Rp890 miliar atau tumbuh 150 persen. Kinerja positif juga terlihat pada sektor jasa keuangan dan logistik, dengan PT Pegadaian mencatat kenaikan laba 84,6 persen menjadi Rp6,59 triliun, sementara PT Pelindo mengalami pertumbuhan 60,4 persen menjadi Rp2,57 triliun. PTPN IV PalmCo melaporkan laba Rp3,23 triliun, meningkat 54 persen, dan Bank Tabungan Negara (BTN) mencatat laba Rp2,40 triliun, tumbuh 40,8 persen dibandingkan tahun lalu. Bank Mandiri juga melaporkan pertumbuhan laba sebesar 24,3 persen menjadi Rp30,41 triliun. Di sektor energi, PT Pertamina Geothermal Energy membukukan laba sebesar US$79,61 juta, meningkat 15,5 persen.

Selain pertumbuhan laba yang signifikan, beberapa BUMN juga menunjukkan perbaikan kinerja dengan berbalik dari rugi menjadi laba. PT Krakatau Steel, misalnya, berhasil berbalik dari kerugian sekitar Rp1,74 triliun menjadi laba sekitar Rp150 miliar hingga Rp185 miliar. PT Kimia Farma juga mencatat perubahan dari rugi Rp135,61 miliar menjadi laba Rp54,07 miliar.

Toto menekankan bahwa perkembangan ini menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk perbaikan kinerja BUMN, terutama melalui penataan struktur perusahaan dan peningkatan efisiensi. Namun, kesinambungan pencapaian ini perlu diamati melalui kinerja perusahaan di periode mendatang. Rangkaian kinerja semester I 2026 ini menjadi salah satu indikator awal bagi proses transformasi BUMN setelah konsolidasi di bawah Danantara. Tantangan selanjutnya adalah memastikan bahwa pertumbuhan laba dapat dipertahankan dan diiringi dengan perbaikan fundamental, efisiensi, serta tata kelola perusahaan yang berkelanjutan.